LANGIT7.ID, Jakarta - Habib Alwi bin Musthofa Al-Aydrus menjelaskan, salah satu peristiwa penting dalam bulan Sya’ban adalah perubahan arah kiblat. Ketika Nabi Muhammad SAW masih di Mekkah, umat Islam masih shalat menghadap ke Baitul Maqdis.
Hal itu dimaksudkan agar umat Islam menghadap ke tempat yang suci dan bebas dari berbagai macam berhala dan sesembahan. Dalam beberapa keterangan disebutkan, kondisi Masjidil Haram kala itu dipenuhi 309 Jenis berhala.
Berhala-berhala itu menjadi sesembahan kaum musyrik Arab sebelum kedatangan Islam. Itu menyebabkan, Rasulullah belum bisa menunaikan shalat menghadap Ka’bah.
Begitu pun saat hijrah ke Madinah. Beliau masih shalat menghadap ke Baitul Maqdis. “Berapa lama umat Islam menghadap ke Baitul Maqdis, dikatakan 17 bulan 3 hari,” kata Habib Alwi melalui kanal
Alghonna Ch, dikutip Senin (7/3/2022).
Habib Alwi menceritakan, Rasulullah SAW sebenarnya sudah berharap agar kiblat dipindahkan ke Ka’bah. Beliau menunggu dengan harapan yang kuat. Tiap hari beliau keluar rumah menghadap ke langit berharap wahyu turun.
Baca juga: Siapa yang Pertama Kali Membangun Masjidil Aqsha?“Beliau ingin kiblat ke Ka’bah bukan karena tidak mulianya Baitul Maqdis, cuma Rasulullah hanya ingin ke Ka’bah. Para ulama mengatakan, beliau ingin kiblat ke Ka’bah karena Mekkah merupakan Tanah Kelahiran beliau dan itu juga merupakan bangunan pertama di muka bumi,” katanya.
Lalu, pada Selasa, 15 Sya’ban tahun kedua Hijriah, peristiwa pemindahan kiblat itu pun terjadi. Nabi SAW shalat menghadap Ka’bah atas perintah Allah. Ini termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 144:
“Sungguh Kami telah Melihat wajahmu menengadah ke Langit. Maka kami sungguh akan memalingkan wajahmu ke arah kiblat yang kamu sukai. Maka palingkan wajahmu ke arah Masjid Haram dan di manapun kamu berada palingkan wajahmu ke arahnya.”
Baca juga: 3 Misi Besar Umat Nabi Muhammad Saw sebagai KhalifahPemindahan sejarah pemindahan kiblat ini menunjukkan kegembiraan Rasulullah SAW, karena Allah mengabulkan harapan yang selama ini beliua nantikan. Tujuan pemindahan arah kiblat ini juga dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 143.
“Dan Kami tidak menjadikan kiblatmu yang Sekarang melainkan supaya Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (perpindahan kiblat ini) Amat sangat berat kecuali bagi orang yang Mendapat petunjuk dari Allah.”
(jqf)