Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 April 2026
home masjid detail berita

3 Misi Besar Umat Nabi Muhammad Saw sebagai Khalifah

fajar adhitya Kamis, 03 Maret 2022 - 17:05 WIB
3 Misi Besar Umat Nabi Muhammad Saw sebagai Khalifah
Wakil Ketua Umum PP Persis KH Jeje Zaenudin. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID, Jakarta - Umat Islam sebagai pelanjut risalah para Nabi, memikul beban dan tanggung jawab sebagai pembawa misi suci risalah Islam. Setidaknya, ada tiga misi umat Nabi Muhammad Saw yang harus terus dijaga dan dipelihara.

Misi tersebut terkandung dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah untuk dijalankan oleh manusia sebagai khalifatulah fil ardi. Menurut Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam KH Jeje Zaenudin, tiga misi tersebut, yaitu sebagai umat terbaik, umat pertengahan, dan umat yang satu.

"Kaum muslimin diberi gelar umat terbaik oleh Allah bukan karena pengakuan seperti yang dikalim bangsa Israel, tetapi karena anugerah dari Allah subhanahu wa ta'ala," ujar Wakil Ketua Umum Persatuan Islam (Persis) KH Jeje Zaenudin dalam tausiyah secara virtual dikutip, Kamis (3/3/2022).

Baca Juga: Persis Minta UNHCR Serius Tangani Pengungsi di Indonesia

Berikut penjelasan Kiai Jeje terkait tiga misi suci tersebut:

1. Umat Terbaik

Allah menjadikan umat Islam sebagai umat terbaik sebagaimana dalam firmannya di Surat Ali Imran ayat 110:

Kuntum khaira ummatin ukhrijat linnasi ta'muruna bil ma'rufi wa tanhauna 'anil munkari wa tu'minuna billah.

"Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah."

Kiai Jeje menjelaskan, sebagai umat terbaik, Islam memiliki tanggung jawab menyeru manusia kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran serta mengajak kepada keimanan. Hal itu sebagaimana yang telah dilakukan oleh para sahabat generasi awal.

Dalam misi dakwah, para sahabat gigih berjuang menyebarkan Islam ke seluruh dunia dan tidak lagi memikirkan dirinya sendiri. Puncaknya, di zaman khulafaur rasyidin, Islam dalam tempo 30 tahun dapat menyebar ke seluruh belahan dunia.

Baca Juga: MUI: Jangan Termakan Isu Konspirasi, Vaksin Boleh Digunakan

Para sejarawan muslim mencatat dari 150 ribu sahabat, hanya 10 ribu yang dimakamkan di sekitar Mekkah-Madinah. Itu artinya sebagian besar sahabat meninggal di tempat yang jauh saat mendakwahkan Islam.

"Maka menjadi PR besar bagi kita semua bagaimana mengembalikan spirit amar makruf nahi mungkar dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

2. Umat Pertengahan

"Imam Al-Qurthubi menjelaskan perwujudan dari ummatan wasata, yakni umat Islam bersikap wasatiah (pertengahan) dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Wasatiah dalam akidah, ibadah, muamalah, dan sebagainya," ucapnya.

Wakadzalika ja'alnakum ummatan wasata, litakunu syuhada alan nass wayakunna 'alaikum syahida.

"Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu." (QS Surat Al-Baqarah: 143).

Kiai Jeje menjelaskan wasatiah dalam akidah berada di antara dua argumen, yaitu wahyu sekaligus akal. Maka akidah dalam Islam senantiasa dibangun dengan dalil naqli dan akli. Selanjutnya, wasatiah dalam ibadah memadukan antara ibadah mahdhah kepada Allah dan ibadah ghairu mahdhah kepada sesama.

Baca Juga: Fungsi Wallpaper Tembok, Hemat Budget dan Bikin Rumah Cantik

"Maka tidak dibenarkan seseorang yang baik kepada Allah tetapi berbuat buruk kepada sesama makhluk, begitupun sebaliknya," ujar Kiai Jeje.

"Tidak ada teladan untuk umat manusia kecuali menjadi umat petengahan, umat yang membangun segala sesuatu di atas keseimbangan hidup," lanjutnya.

3. Umat yang Satu

Misi selanjutnya sebagai umat Nabi Muhammad adalah mewujudkan ummatan wahidah (umat yang satu). "Dan sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku. (QS. Al-Mu'minun: 2).

Kiai Jeje menjelaskan membangun kesatuan umat menjadi misi penting, bukan hanya membangun umat Islam tapi semua umat manusia, dengan segala macam perbedaannya. "Karena kita memiliki nasab dan pencipta yang satu," tuturnya.

Baca Juga: 3 Tips Menambah Budget Investasi Bulanan versi Melvin Mumpuni

"Allah menciptakan manusia berbeda-beda untuk saling berlomba dalam kebaikan, bukan untuk saling menghina dan menghancurkan satu dengan yang lain," katanya.

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)