LANGIT7.ID, Jakarta - Masjidil Aqsha adalah masjid kedua yang dibangun di muka bumi berdasar hadits Rasulullah sebagaimana dicatat Shahih Muslim Nomor 808 dalam Bab Masjid dan Tempat Shalat. Masjid yang berada di Yerusalem ini merupakan kiblat pertama umat Islam.
Masjidil Aqsha memiliki kedudukan penting dalam tradisi dan sejarah peradaban Islam. Dari Masjidil Aqsha, Rasulullah bersama Malaikat Jibril bertolak ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah shalat dalam peristiwa Isra Mi’raj.
Masjidil Aqsha memiliki sejarah panjang bagi tiga agama, yakni Islam, Kristen, dan Yahudi. Dikisahkan, nama Aqsha merupakan nama yang diberikan oleh Nabi Ibrahim yang secara etimologis berarti 'terjauh' dari Masjidil Haram di Mekah.
Baca Juga: Subhanallah, Kompleks Masjid Al-Aqsa Diselimuti Hujan SaljuKais al-Kalby dalam "History of al-Aqsa Mosque" menyebut Ibrahim lah yang pertama kali mendirikan tempat ibadah yang kemudian dikenal sebagai Bait Allah atau Beteyel dalam tradisi Yahudi.
Ketika putra kedua Ibrahim, Ishaq lahir dan dibesarkan di Hebron, ia akan pergi beribadah di Beteyel. Menariknya, Ishaq yang juga seorang Nabi Allah yang mulia, juga berdoa di Ka'bah di Makkah dan melakukan ibadah haji di sana bersama dengan ayahnya dan saudaranya, Ismail.
Baca Juga: Peneliti Bangun Masjidil Aqsha di Dunia MetaverseKemudian, Yaqub yang merupakan putra Ishaq membuka Beteyel sebagai tempat ibadah bagi semua orang yang mengimani tauhid. Tentu saja di tanah Palestina banyak suku lain tinggal. Tanah itu mengambil namanya dari orang Filistin, orang-orang yang tinggal di sana.
Di antara suku-suku lainnya adalah orang Moab dan Orang Het. Suku yang terakhir adalah suku yang bersambung kepada ibu Sulaiman. Perlu diingat bahwa Ibrahim lahir di Anda (sekarang Iraq) dan terpaksa mengasingkan diri dari tiran Raja Namrud. Setelah perjalanan panjang, Ibrahim akhirnya menetap di Hebron (Palestina).
Baca Juga: Isra Mi’raj Mengandung Hikmah Luasnya Ilmu AllahSumber: Crescent International.(zhd)