Masjid Qubatus sakhrah di kompleks Al Aqsha,Palestina. Foto: iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Metaverse dapat digunakan untuk mencitra ulang bangunan warisan dunia yang tidak dapat dijangkau atau telah hancur. Model virtual tiga dimensi dinilai sangat berguna dalam mendokumentasikan secara 3D bangunan bersejarah.
Citra tiga dimensi tersebut dapat berguna untuk pendidikan maupun pengembangan arsitektur. Sebuah penelitian dalam International Journal of Architecture, Arts and Applications mencoba membangun kembali Masjid Al Aqsha di Palestina dan Masjid Badr El-Din yang telah hancur menggunakan konsep metaverse.
“Dalam mendokumentasikan bangunan warisan yang tidak dapat dijangkau, penelitian ini menghasilkan salinan virtual lengkap "Kompleks Masjid Al Aqsa Al Sharif",dengan semua monumen dan gerbang Islam dan Kristennya,” dikutip Ashraf Abdel-Moneim Gaffar, Using Metaverse to Rebuild Non-reachable or Ruined Heritage Buildings, International Journal of Architecture, Arts and Applications. Vol. 7, No. 4, 2021, pp. 119-130.
Kemudian, dalam mendokumentasikan bangunan warisan hancur, penelitian ini menghasilkan salinan virtual lengkap dari "Masjid Badr Edeen Elwanaey". Desainnya dibuat secara rinci tergantung pada model yang diusulkan peneliti.
Dinding, langit-langit dan lantai model ini ditutupi dengan tekstur yang didorong oleh desain arsitektur yang dibuat oleh peneliti. Rancang bangun elemen bangunan tergantung pada unsur-unsur studi analisis komparatif untuk empat masjid di era yang sama dengan penguasa dan oleh arsitek yang sama.