FK Senica Krisis Keuangan, Bagaimana Nasib Egy dan Witan?
Arif purniawan
Kamis, 10 Maret 2022 - 09:28 WIB
Egy Maulana Vikry (instagram/ @egymaulanavikri)
Klub FK Senica terancam bubar di tengah jalan menyusul krisis keuangan yang dialami oleh klub yang menaungi dua pemain Indonesia Egy Maulana Vikry dan Witan Sulaeman.
Sejak tujuh bulan terakhir, klub yang berkompetisi di Liga Fortuna, kompetisi kasta tertinggi di Slovakia tersebut belum menyelesaikan pembayaran gaji kepada para pemainnya.
Media Slovakia, Esencia Hry melaporkan, klub belum membayar gaji pemain sama sekali sejak September 2021. Para pemain bahkan diberitahu bahwa mereka tidak akan melihat pembayaran sampai dengan akhir musim.
Baca juga:Witan – Egy Starter, FK Senica Kalah dari MFL Tatran Liptovsky
"Para pemain telah melewati masa yang cukup lama untuk bersabar dan tidak dapat hidup tanpa mendapatkan penghasilan. Menurut informasi, beberapa pemain sudah meminta pemutusan kontrak. Mereka memiliki hak untuk meninggalkan tim karena klub tidak memenuhi kewajibannya," tulis media tersebut dikutip Kamis (10/3/2022).
Bahkan, fotografer klub dilaporkan sudah tidak mau mengambil foto tanpa klub membayar gaji profesionalnya. Satu-satunya pemain yang setidaknya sesekali dibayar adalah Egy Maulana Vikri. Media tersebut tidak melaporkan gaji Witan Sulaiman.
Diduga karena imbas dari krisis keuangan tersebut, Direktur klub David Balda, memutuskan mundur dari klub ketika kompetisi masih menyisakan 9 pertandingan di grup degradasi. Keputusan mundur David Balda diumumkan resmi di media sosial klub.
Sejak tujuh bulan terakhir, klub yang berkompetisi di Liga Fortuna, kompetisi kasta tertinggi di Slovakia tersebut belum menyelesaikan pembayaran gaji kepada para pemainnya.
Media Slovakia, Esencia Hry melaporkan, klub belum membayar gaji pemain sama sekali sejak September 2021. Para pemain bahkan diberitahu bahwa mereka tidak akan melihat pembayaran sampai dengan akhir musim.
Baca juga:Witan – Egy Starter, FK Senica Kalah dari MFL Tatran Liptovsky
"Para pemain telah melewati masa yang cukup lama untuk bersabar dan tidak dapat hidup tanpa mendapatkan penghasilan. Menurut informasi, beberapa pemain sudah meminta pemutusan kontrak. Mereka memiliki hak untuk meninggalkan tim karena klub tidak memenuhi kewajibannya," tulis media tersebut dikutip Kamis (10/3/2022).
Bahkan, fotografer klub dilaporkan sudah tidak mau mengambil foto tanpa klub membayar gaji profesionalnya. Satu-satunya pemain yang setidaknya sesekali dibayar adalah Egy Maulana Vikri. Media tersebut tidak melaporkan gaji Witan Sulaiman.
Diduga karena imbas dari krisis keuangan tersebut, Direktur klub David Balda, memutuskan mundur dari klub ketika kompetisi masih menyisakan 9 pertandingan di grup degradasi. Keputusan mundur David Balda diumumkan resmi di media sosial klub.