Deras Informasi di Era Digital, Ibu Lebih Jeli dan Makin Kritis
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 11 Maret 2022 - 09:06 WIB
Ilustrasi seorang ibu yang mendampingi anaknya belajar daring. Foto: LANGIT7/iStock
Kehadiran teknologi saat ini membuka akses informasi dengan cepat. Tak heran, bila wanita atau ibu di era digital menjadi lebih kritis dan informatif seputar masalah kehamilan, parenting, dan motherhood.
"Para ibu masa kini bisa dibilang sangat jeli dalam mencari informasi dan menerima informasi baik secara online maupun informasi dari sumber lainnya. Selain itu, mereka juga selalu ingin tahu solusi cerdas dari permasalahan yang sedang mereka alami secara cepat," kata dokter ahli kandungan (obgyn) Rumah Sakit Kanker Nasional Dharmais, dr. Dinda Derdameisya.
Baca juga: Ini Usia Ideal Menyekolahkan Anak menurut Pakar Neuroparenting
Dinda menambahkan, namun tak jarang pula ibu menjadi overwhelmed dengan derasnya informasi yang mudah didapatkan tersebut. Karakteristik ini, lanjut dia, mendorong para ibu muda ini untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk kemudian disaring dengan validasi dari dokter.
Psikolog keluarga dan anak Samanta Elsener, M.Psi menambahkan, selain pentingnya mendapatkan informasi yang terpercaya, adanya dukungan yang mampu diandalkan juga mempermudah perjalanan ibu serta menjaga kebahagiaannya.
"Para ibu membutuhkan sumber dukungan terpercaya sehingga mampu menyeimbangi waktunya untuk dapat menjalani perannya sebagai ibu dengan sebaik mungkin," kata Samanta.
"Selain mendapatkan dukungan dari keluarga, kerabat maupun dari platform digital, perlu diketahui juga bahwa ibu yang bahagia adalah ibu yang bisa memberikan yang terbaik bagi anaknya. Untuk mencapai hal tersebut penting bagi ibu untuk memperhatikan dirinya (self-care) serta mencintai dirinya sendiri (self-love)," imbuhnya.
"Para ibu masa kini bisa dibilang sangat jeli dalam mencari informasi dan menerima informasi baik secara online maupun informasi dari sumber lainnya. Selain itu, mereka juga selalu ingin tahu solusi cerdas dari permasalahan yang sedang mereka alami secara cepat," kata dokter ahli kandungan (obgyn) Rumah Sakit Kanker Nasional Dharmais, dr. Dinda Derdameisya.
Baca juga: Ini Usia Ideal Menyekolahkan Anak menurut Pakar Neuroparenting
Dinda menambahkan, namun tak jarang pula ibu menjadi overwhelmed dengan derasnya informasi yang mudah didapatkan tersebut. Karakteristik ini, lanjut dia, mendorong para ibu muda ini untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk kemudian disaring dengan validasi dari dokter.
Psikolog keluarga dan anak Samanta Elsener, M.Psi menambahkan, selain pentingnya mendapatkan informasi yang terpercaya, adanya dukungan yang mampu diandalkan juga mempermudah perjalanan ibu serta menjaga kebahagiaannya.
"Para ibu membutuhkan sumber dukungan terpercaya sehingga mampu menyeimbangi waktunya untuk dapat menjalani perannya sebagai ibu dengan sebaik mungkin," kata Samanta.
"Selain mendapatkan dukungan dari keluarga, kerabat maupun dari platform digital, perlu diketahui juga bahwa ibu yang bahagia adalah ibu yang bisa memberikan yang terbaik bagi anaknya. Untuk mencapai hal tersebut penting bagi ibu untuk memperhatikan dirinya (self-care) serta mencintai dirinya sendiri (self-love)," imbuhnya.