LANGIT7.ID, Jakarta - Pakar
neuroparenting, dr. Aisah Dahlan, menjelaskan usia ideal memasukkan anak ke sekolah. Anak laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan, karena sambungan otaknya pun berbeda.
Wanita kelahiran 17 Desember 1968 itu mengutip penelitian ahli neorologi di Universitas California, Sans Fransisco, tentang perbedaan antara sambungan antara otak anak laki-laki dan perempuan.
Pada anak perempuan dari usia 0-6 tahun, sambungan otak kanan dan kiri seimbang. Maka itu, jika disekolahkan ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang mengajarkan analisa dan warna, anak perempuan akan bisa mengikuti.
Sementara untuk anak laki-laki, yang berkembang pada usia 0-6 tahun adalah sambungan-sambungan di otak kanan. Jadi, otak kanan anak laki-laki berkembang lebih dulu daripada otak kiri.
Otak kanan adalah otak imajinasi, kreativitas, musik, bergerak, hingga bermain. Maka itu, anak perempuan usia 3 tahun sudah mau belajar angka dan huruf, sedangkan anak laki-laki masih asyik bermain.
"Kalau memasukkan sekolah dengan kurikulum yang harus bisa menghitung, membaca di usia dini, anak laki-laki kasihan. Terlebih jika belajarnya hanya menggunakan buku, tidak ada alat peraga," kata Aisah Dahlan, dikutip kanal
YouTube Andromedia channel, Rabu (26/1/2022).
Anak laki-laki bukan berarti tidak bisa diajari berhitung dan membaca, tetapi harus menggunakan alat peraga. Usia ideal anak laki-laki untuk memasukkan ke sekolah dasar (SD) saat memasuki usia 7 tahun.
Hal itu dikarenakan pada usia 6 tahun otak anak laki-laki mempersiapkan diri untuk berhitung dan analisa. Pada anak perempuan, masuk ke sekolah dasar usia 6 tahun bukanlah masalah.
(jqf)