Perkuat Layanan Internet Publik, Kominfo Siapkan Mitigasi HBS
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 11 Maret 2022 - 23:05 WIB
Direktur Utama BAKTI Kementerian Kominfo, Anang Latief dalam Konferensi Pers Penunjukan Pemenang Proyek Hot Backup Satellite (HBS) dari Media Center Kominfo, Jakarta Pusat. (Foto: Dok. Kominfo/SINA)
Pemerintah terus berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur digital di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya memperkuat dan memperluas akses internet melalui proyek Satelit Republik Indonesia (SATRIA) 1.
Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo melakukan penyediaan Hot Backup Satellite (HBS) untuk mitigasi risiko Satelit SATRIA-1. Terlebih, SATRIA-1 memiliki kompleksitas dan potensi gangguan operasional tinggi.
Baca juga:Hadiri MWC 2022, Menkominfo Bahas Kerja Sama Bidang Digital
"SATRIA-1 menggunakan teknologi High-Throughput Satellite (HTS) yang baru, rumit dan kompleks sehingga risiko kemungkinan munculnya masalah dalam pembangunan maupun operasional cukup tinggi. Sehubungan dengan hal itu, maka untuk memitigasi segala risiko SATRA-1, BAKTI Kominfo berencana untuk menyediakan HBS," kata Direktur Utama BAKTI Kementerian Kominfo, Anang Latief dalam Konferensi Pers secara virtual dari Media Center Kominfo, Jakarta Pusat, Jumat (11/03/2022).
Anang menyatakan percepatan pembangunan infrastruktur digital saat ini menjadi fondasi utama untuk menghadirkan layanan digital dan mendukung transformasi digital sesuai program yang dicanangkan pemerintah. Keberadaan satelit multifungsi itu ditujukan untuk mempercepat pemerataan infrastruktur digital terutama di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) serta perbatasan.
Anang menjelaskan SATRIA-1 direncanakan akan memiliki kapasitas sebesar 150 Gbps. Satelit ini nantinya memberikan layanan internet di 150.000 titik lokasi layanan publik, yakni sarana pendidikan, pemerintah daerah, administrasi pertahanan keamanan dan fasilitas kesehatan di seluruh wilayah Indonesia yang masih kekurangan konektivitas digitial.
Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo melakukan penyediaan Hot Backup Satellite (HBS) untuk mitigasi risiko Satelit SATRIA-1. Terlebih, SATRIA-1 memiliki kompleksitas dan potensi gangguan operasional tinggi.
Baca juga:Hadiri MWC 2022, Menkominfo Bahas Kerja Sama Bidang Digital
"SATRIA-1 menggunakan teknologi High-Throughput Satellite (HTS) yang baru, rumit dan kompleks sehingga risiko kemungkinan munculnya masalah dalam pembangunan maupun operasional cukup tinggi. Sehubungan dengan hal itu, maka untuk memitigasi segala risiko SATRA-1, BAKTI Kominfo berencana untuk menyediakan HBS," kata Direktur Utama BAKTI Kementerian Kominfo, Anang Latief dalam Konferensi Pers secara virtual dari Media Center Kominfo, Jakarta Pusat, Jumat (11/03/2022).
Anang menyatakan percepatan pembangunan infrastruktur digital saat ini menjadi fondasi utama untuk menghadirkan layanan digital dan mendukung transformasi digital sesuai program yang dicanangkan pemerintah. Keberadaan satelit multifungsi itu ditujukan untuk mempercepat pemerataan infrastruktur digital terutama di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) serta perbatasan.
Anang menjelaskan SATRIA-1 direncanakan akan memiliki kapasitas sebesar 150 Gbps. Satelit ini nantinya memberikan layanan internet di 150.000 titik lokasi layanan publik, yakni sarana pendidikan, pemerintah daerah, administrasi pertahanan keamanan dan fasilitas kesehatan di seluruh wilayah Indonesia yang masih kekurangan konektivitas digitial.