Sri Mulyani Optimis Indonesia Mampu Bangkit dari Dampak Pandemi Covid-19
Hasanah syakim
Ahad, 13 Maret 2022 - 23:35 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Antaranews)
Pemerintah optimis Indonesia mampu segera bangkit dari dampak pandemi Covid-19. Salah satunya, dengan menerbitkan Perppu 1/2020 yang disahkan menjadi UU 2/2020 yang dilataribelakangi optimisme kebangkitan Indonesia dari dampak pandemi Covid-19.
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, menyampaikan bahwa sejak Maret 2020 ketika WHO menyatakan Covid-19 telah menyebar ke seluruh dunia dan menjadi sebuah pademi musim dingin yang muram dan beku mencekam dunia.
“Kejadian yang luar biasa (extraordinary) dan sangat dahsyat. Pada saat itu, harga komoditas jatuh dan bahkan harga minyak mentah pernah mencapai minus $37 per barel pada bulan April 2020,” ujar Sri Mulyani dikutip Minggu (13/3/2022).
Baca juga:Sri Mulyani Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh Tahun Ini
Menurutnya, Indonesia juga mengalami tekanan dengan arus modal keluar mencapai Rp121,8 triliun hanya di bulan Maret 2020. Kegiatan ekspor dan impor berhenti. Volume perdagangan global di tahun 2020 terkontraksi sangat dalam -8,2 persen.
“Instrumen yang sangat vital dan utama dalam menghadapi peperangan pandemi dan tantangan multidimensi ini adalah Keuangan Negara (APBN). Langkah pemerintah ini membawa dampak yang baik bagi Indonesia,” kata Sri Mulyani.
Sri Mulyani mengatakan Kebijakan APBN yang fleksibel, adaptif dan responsif kendati tetap prudent dan akuntabel memberikan hasil yang baik, serta Respons pemerintah yang juga luar biasa dalam menanggulangi pandemi.
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, menyampaikan bahwa sejak Maret 2020 ketika WHO menyatakan Covid-19 telah menyebar ke seluruh dunia dan menjadi sebuah pademi musim dingin yang muram dan beku mencekam dunia.
“Kejadian yang luar biasa (extraordinary) dan sangat dahsyat. Pada saat itu, harga komoditas jatuh dan bahkan harga minyak mentah pernah mencapai minus $37 per barel pada bulan April 2020,” ujar Sri Mulyani dikutip Minggu (13/3/2022).
Baca juga:Sri Mulyani Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh Tahun Ini
Menurutnya, Indonesia juga mengalami tekanan dengan arus modal keluar mencapai Rp121,8 triliun hanya di bulan Maret 2020. Kegiatan ekspor dan impor berhenti. Volume perdagangan global di tahun 2020 terkontraksi sangat dalam -8,2 persen.
“Instrumen yang sangat vital dan utama dalam menghadapi peperangan pandemi dan tantangan multidimensi ini adalah Keuangan Negara (APBN). Langkah pemerintah ini membawa dampak yang baik bagi Indonesia,” kata Sri Mulyani.
Sri Mulyani mengatakan Kebijakan APBN yang fleksibel, adaptif dan responsif kendati tetap prudent dan akuntabel memberikan hasil yang baik, serta Respons pemerintah yang juga luar biasa dalam menanggulangi pandemi.