Era Digital, Muhammdiyah Harus Lakukan Transformasi
Priyo Setyawan
Senin, 14 Maret 2022 - 04:20 WIB
Muhammadiyah gelar seminar pra muktamar ke-16 di UAD, Yogyakarta. (foto dok UAD)
Muhammadiyah diharapkan dapat menghadapi tantangan disrupsi teknologi digital.
Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Muchlas mengatakan Muhammadiyah yang telah mencapai usia 110 tahun, telah banyak dedikasi, pengabdian, dan sumbangan besar bagi kemanusiaan di Indonesia.
Saat menghadapi tantangan teknologi digital, Muhammadiyah harus bisa mengambil peran yang signifikan untuk menuju jalan dakwah.
Baca juga:Pemuda Muhammadiyah Diminta Berwirausaha, Airlangga: Teladani Rasulullah
“Muhammadiyah harus mampu mengambil peran yang signifikan khususnya dalam perjalanan dakwah Muhammadiyah di era digital agar menjadi lebih efektif,” kata Muchlas yang juga Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tersebut dalam Seminar Pra Muktamar ke-16, di UAD, dikutip Minggu (13/3/2022).
Menurut Muchlas dengan kondisi terkini, Muhammadiyah memiliki kewajiban dan spirit untuk merespons disrupsi melalui upaya transformasi digital dengan mengambil peran penting agar menjadi disruptor digital.
Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dadang Kahmad mengatakan tantangan yang dihadapi oleh Muhammadiyah di abad kedua yang ditandai dengan kehadiran internet jauh berbeda pada abad pertama. Sehingga peran Muhammadiyah dalam merespons keberadaan revolusi digital penting dilakukan.
Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Muchlas mengatakan Muhammadiyah yang telah mencapai usia 110 tahun, telah banyak dedikasi, pengabdian, dan sumbangan besar bagi kemanusiaan di Indonesia.
Saat menghadapi tantangan teknologi digital, Muhammadiyah harus bisa mengambil peran yang signifikan untuk menuju jalan dakwah.
Baca juga:Pemuda Muhammadiyah Diminta Berwirausaha, Airlangga: Teladani Rasulullah
“Muhammadiyah harus mampu mengambil peran yang signifikan khususnya dalam perjalanan dakwah Muhammadiyah di era digital agar menjadi lebih efektif,” kata Muchlas yang juga Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tersebut dalam Seminar Pra Muktamar ke-16, di UAD, dikutip Minggu (13/3/2022).
Menurut Muchlas dengan kondisi terkini, Muhammadiyah memiliki kewajiban dan spirit untuk merespons disrupsi melalui upaya transformasi digital dengan mengambil peran penting agar menjadi disruptor digital.
Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dadang Kahmad mengatakan tantangan yang dihadapi oleh Muhammadiyah di abad kedua yang ditandai dengan kehadiran internet jauh berbeda pada abad pertama. Sehingga peran Muhammadiyah dalam merespons keberadaan revolusi digital penting dilakukan.