Wajah Tasawuf di Muhammadiyah, Tersembunyi di Balik Tembok Megah
Muhajirin
Jum'at, 18 Maret 2022 - 19:00 WIB
K.H. A.R Fakhruddin (foto: laman resmi Muhammadiyah)
Guru Besar ITS sekaligus pendiri Trensains, Prof. Agus Purwanto, mengaku heran dengan orang-orang yang menganggap Muhammadiyah jauh dari ajaran tasawuf.
Mayoritas masyarakat mengira di Muhammadiyah tidak ada tasawuf ataupun sufi karena terkesan megah. Jika mendengar kata Muhammadiyah, maka yang terbayang adalah kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang megah dan besar.
Begitu juga dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang menjulang ataupun Rumah Sakit UMM yang megah. Hampir setiap kota terdapat gedung Muhammadiyah yang berdiri gagah megah.
Baca juga: Kala Selebritas Khusyuk Mengaji Tasawuf kepada Buya Arrazy
Sementara, persepsi orang tentang tasawuf jauh dari kemegahan. Persepsi ini benar, tetapi itu persepsi klasik. Persepsi baru dan berkemajuan, kemegahan fasilitas pelayanan umat milik Muhammadiyah adalah buah laku tasawuf, buah laku zuhud, dan cermin pemahaman sufi yang dinamis.
"Ketika bahas hidup zuhud di Muhammadiyah, contoh populernya adalah ketua umum PP Muhammadiyah terlama KH AR Fachruddin alias Pak AR. Beliau yang Ketum PP rumahnya sederhana, menerima kos dan jual bensin eceran," kata Agus melalui akun Facebook-nya, Jumat (18/3/2022).
Padahal jika mau, Pak AR bisa meminta sedikit anggaran pembangunan salah satu Anggaran Umum Muhammadiyah (AUM), bisa dari UMY atau dari UMM. Anggaran bisa bisa dipakai membangun rumah, tapi itu tak lakukannya.
Mayoritas masyarakat mengira di Muhammadiyah tidak ada tasawuf ataupun sufi karena terkesan megah. Jika mendengar kata Muhammadiyah, maka yang terbayang adalah kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang megah dan besar.
Begitu juga dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang menjulang ataupun Rumah Sakit UMM yang megah. Hampir setiap kota terdapat gedung Muhammadiyah yang berdiri gagah megah.
Baca juga: Kala Selebritas Khusyuk Mengaji Tasawuf kepada Buya Arrazy
Sementara, persepsi orang tentang tasawuf jauh dari kemegahan. Persepsi ini benar, tetapi itu persepsi klasik. Persepsi baru dan berkemajuan, kemegahan fasilitas pelayanan umat milik Muhammadiyah adalah buah laku tasawuf, buah laku zuhud, dan cermin pemahaman sufi yang dinamis.
"Ketika bahas hidup zuhud di Muhammadiyah, contoh populernya adalah ketua umum PP Muhammadiyah terlama KH AR Fachruddin alias Pak AR. Beliau yang Ketum PP rumahnya sederhana, menerima kos dan jual bensin eceran," kata Agus melalui akun Facebook-nya, Jumat (18/3/2022).
Padahal jika mau, Pak AR bisa meminta sedikit anggaran pembangunan salah satu Anggaran Umum Muhammadiyah (AUM), bisa dari UMY atau dari UMM. Anggaran bisa bisa dipakai membangun rumah, tapi itu tak lakukannya.