Cegah Terjadinya Limfedema, Ini Saran dari Dokter Kanker
Fifiyanti Abdurahman
Sabtu, 19 Maret 2022 - 23:05 WIB
Rehab Medik RS. Kanker Dharmais, dr Fenny Lovitha Dewi. (Foto: Langit7.id/Fifi)
Limfedema merupakan pembengkakan lengan yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh getah bening (lymphatic obstruction). Umumnya, limfedema terjadi karena hilangannya atau rusakannya kelenjar limfa akibat kanker maupun pengobatan kanker.
Limfedema kerap terjadi pada penderita kanker. Adanya pertumbuhan sel kanker di pembuluh atau kelenjar getah bening dapat membuat saluran getah bening tersumbat, sehingga menghambat aliran cairan getah bening.
Baca Juga:Termasuk Penyakit Kronis, Waspadai Hipertensi Paru pada Anak
Lantas, bagaimana cara mengurangi risiko terkena limfedema? Rehab Medik RS Kanker Dharmais, dr Fenny Lovitha Dewi mengatakan hal pertama yang harus dilakukan dan paling mengurangi risiko limfedema adalah dengan mengontrol berat badan.
"Dari literatur yang saya baca, yang paling dominan mengurangi resiko dan harus dijaga oleh pasien adalah mengontrol berat badan. Itu yang pertama kali menjadi rekomendasi. Jadi tidak disebutkan seperti mengangkat benda-benda berat atau beraktivitas berat bahkan pasien dianjurkan untuk seaktif mungkin tetapi semampunya," ujar dr Fenny dalam acara bertajuk "Tanya Jawab Seputar Limfedema dan Nyeri," Sabtu (19/3/2022).
Menurut dr Fenny, beraktivitas tetap diperbolehkan asalkan sesuai dengan batas-batas nyeri si penderita. Ketika mengalami nyeri saat beraktivitas atau merasa tidak nyaman, penderita dipersilakan berhenti sebentar.
Baca Juga:Favorit Rasulullah, 6 Buah Ini Juga Bagus untuk Program Diet
Limfedema kerap terjadi pada penderita kanker. Adanya pertumbuhan sel kanker di pembuluh atau kelenjar getah bening dapat membuat saluran getah bening tersumbat, sehingga menghambat aliran cairan getah bening.
Baca Juga:Termasuk Penyakit Kronis, Waspadai Hipertensi Paru pada Anak
Lantas, bagaimana cara mengurangi risiko terkena limfedema? Rehab Medik RS Kanker Dharmais, dr Fenny Lovitha Dewi mengatakan hal pertama yang harus dilakukan dan paling mengurangi risiko limfedema adalah dengan mengontrol berat badan.
"Dari literatur yang saya baca, yang paling dominan mengurangi resiko dan harus dijaga oleh pasien adalah mengontrol berat badan. Itu yang pertama kali menjadi rekomendasi. Jadi tidak disebutkan seperti mengangkat benda-benda berat atau beraktivitas berat bahkan pasien dianjurkan untuk seaktif mungkin tetapi semampunya," ujar dr Fenny dalam acara bertajuk "Tanya Jawab Seputar Limfedema dan Nyeri," Sabtu (19/3/2022).
Menurut dr Fenny, beraktivitas tetap diperbolehkan asalkan sesuai dengan batas-batas nyeri si penderita. Ketika mengalami nyeri saat beraktivitas atau merasa tidak nyaman, penderita dipersilakan berhenti sebentar.
Baca Juga:Favorit Rasulullah, 6 Buah Ini Juga Bagus untuk Program Diet