Antibodi Covid-19 Tinggi, Masyarakat Diimbau Tetap Disiplin Prokes
Redaksi
Ahad, 20 Maret 2022 - 08:20 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Hasil survei serologi Covid-19 yang dilakukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan antibodi yang dimiliki masyarakat Indonesia terbilang tinggi.
Survei itu dilakukan pada periode November hingga Desember 2021 dengan melibatkan Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI). Adapun lokus survei ini dilakukan di 100 kabupaten/kota wilayah aglomerasi dan nonaglomerasi.
Meski antibodi masyarakat tergolong tinggi, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau untuk tetap disiplin pada protokol kesehatan (prokes) dan melakukan vaksinasi.
Baca Juga:Dipamerkan di Mandalika, Produk Pesantren Jabar Ludes Terjual
“(Hasil survei serologi) menunjukkan angka (antibodi) yang relatif cukup tinggi untuk Indonesia. (Tingginya) antibodi tolong jangan euforia, tetap yang bisa mencegah penularan itu adalah masker," kata Tito akhir pekan ini.
"Jadi masker tetap, prokes ini harus tetap kita (jalankan), jangan sampai berhenti. Selagi masih ada pandemi masih di mana-mana tetap masker dipakai, meskipun sudah punya antibodi,” ujarnya.
Adapun hasil survei itu menunjukkan, penduduk Indonesia yang berusia satu tahun ke atas telah memiliki antibodi SARS-CoV-2 sebesar 86,6 persen. Proporsi penduduk yang mempunyai antibodi SARS-CoV-2 tertinggi terdapat pada masyarakat yang telah melakukan vaksinasi sebanyak dua kali. Sementara itu, persentase penduduk yang belum melakukan vaksin didapati telah mempunyai antibodi SARS-CoV-2 sebesar 73,9 persen.
Survei itu dilakukan pada periode November hingga Desember 2021 dengan melibatkan Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI). Adapun lokus survei ini dilakukan di 100 kabupaten/kota wilayah aglomerasi dan nonaglomerasi.
Meski antibodi masyarakat tergolong tinggi, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau untuk tetap disiplin pada protokol kesehatan (prokes) dan melakukan vaksinasi.
Baca Juga:Dipamerkan di Mandalika, Produk Pesantren Jabar Ludes Terjual
“(Hasil survei serologi) menunjukkan angka (antibodi) yang relatif cukup tinggi untuk Indonesia. (Tingginya) antibodi tolong jangan euforia, tetap yang bisa mencegah penularan itu adalah masker," kata Tito akhir pekan ini.
"Jadi masker tetap, prokes ini harus tetap kita (jalankan), jangan sampai berhenti. Selagi masih ada pandemi masih di mana-mana tetap masker dipakai, meskipun sudah punya antibodi,” ujarnya.
Adapun hasil survei itu menunjukkan, penduduk Indonesia yang berusia satu tahun ke atas telah memiliki antibodi SARS-CoV-2 sebesar 86,6 persen. Proporsi penduduk yang mempunyai antibodi SARS-CoV-2 tertinggi terdapat pada masyarakat yang telah melakukan vaksinasi sebanyak dua kali. Sementara itu, persentase penduduk yang belum melakukan vaksin didapati telah mempunyai antibodi SARS-CoV-2 sebesar 73,9 persen.