Tersisa 12 Hari, Yuk Lunasi Utang Puasa Sebelum Ramadhan Tiba
Fajar adhitya
Senin, 21 Maret 2022 - 17:17 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Terhitung sekitar 12 hari lagi sejak Senin (21/3/2022), umat Islam akan segera menjalankan ibadah shaum Ramadhan. Penghujung Sya’ban menjadi momentum untuk membayar utang puasa atau qadha.
Dalil kewajiban membayar utang puasa atau qadha adalah Surat Al-Baqarah ayat 184:
اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Artinya: (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
Baca Juga:Tips Salim A. Fillah agar Khatam Al-Qur’an Selama Ramadhan
Bulan Sya’ban merupakan momentum untuk kembali mengingat utang puasa tahun lalu dan membayarnya sebelum menjalankan ibadah shaum Ramadhan. Sebab, pada bulan Sya’ban, umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa sunnah.
Selain memperbanyak shaum sunnah, Sya’ban sering menjadi momentum untuk melunasi utang puasa Ramadhan pada tahun sebelumnya. Hal ini sebagaimana yang dilakukan Aisyah yang membayar utang puasanya pada bulan Sya’ban.
Dalil kewajiban membayar utang puasa atau qadha adalah Surat Al-Baqarah ayat 184:
اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Artinya: (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
Baca Juga:Tips Salim A. Fillah agar Khatam Al-Qur’an Selama Ramadhan
Bulan Sya’ban merupakan momentum untuk kembali mengingat utang puasa tahun lalu dan membayarnya sebelum menjalankan ibadah shaum Ramadhan. Sebab, pada bulan Sya’ban, umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa sunnah.
Selain memperbanyak shaum sunnah, Sya’ban sering menjadi momentum untuk melunasi utang puasa Ramadhan pada tahun sebelumnya. Hal ini sebagaimana yang dilakukan Aisyah yang membayar utang puasanya pada bulan Sya’ban.