Saat ini memasuki bulan Syawal. Di bulan ini umat Islam disunahkan mengerjakan puasa selama enam hari. Rasulullah dalam sebuah haditsnya menyebutkan, pahala orang yang puasa Syawal
Puasa merupakan salah satu ibadah penting bagi umat Islam. Bukan saja dilakukan dalam rangka menahan diri dari hawa nafsu yang kerap memaksa untuk dituruti segalanya
Umat Islam disunnahkan untuk mengerjakan puasa Syawal selama enam hari. Rasulullah dalam sebuah haditsnya menyebutkan, pahala orang yang melaksanakan puasa Syawal
Menahan diri dari makanan dan minuman merupakan salah satu syarat sah puasa. Puasa tak hanya menjadi kewajiban dalam agama Islam, tapi juga memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh.
Seorang muslim diharap tidak sembarangan mengamalkan ibadah di bulan Rajab. Salah satunya soal anjuran berpuasa berdasarkan hadis yang statusnya palsu.
Ada 7 kegiatan berpahala saat puasa yang bisa dilakukan kaum muslimin. Aktivitas ini lebih baik ketimbang tidur menghabiskan waktu menunggu waktu berbuka.
Umat Islam yang tertinggal puasa Tasua pada 9 Muharram bisa menggantinya pada 11 Muharram. Amalan ini bertujuan untuk menyelisihi puasanya orang-orang Yahudi.
Niat puasa Asyura adalah niat puasa sunnah pada hari Asyura, yakni 10 Muharram. Mengacu pada ketetapan Pemerintah, Hari Asyura atau 10 Muharram bertepatan dengan Senin (8/7/2022).
Bagaimana tata cara melaksanakan ibadah puasa sunnah enam hari di bulan Syawal? Apakah puasa Syawal harus dilakukan secara berturut-turut atau boleh dilakukan secara terpisah?
Ustadz Abdurrahman Al-Habsyi mengatakan salah satu fadilah atau keutamaan amaliah ibadah puasa adalah yang menjadikan hamba-hamba Allah terlindungi dari kobaran api neraka.
Umat Islam di seluruh dunia mulai menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Pada bulan suci ini, umat Islam dilatih untuk memperkuat kesabaran dengan berpuasa dan mengerjakan berbagai amal saleh.
Bulan Syaban merupakan momentum untuk kembali mengingat utang puasa tahun lalu dan membayarnya sebelum menjalankan ibadah shaum Ramadhan. Sebab, pada bulan Syaban, umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa sunnah.
Rasulullah hampir berpuasa satu bulan penuh, kecuali satu atau dua hari di akhir bulan saja agar tidak menyelisih Ramadan dengan satu atau dua hari puasa sunnah.