Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home masjid detail berita

Anjuran Perbanyak Puasa Syaban dan Hikmahnya Bagi Kesehatan

fajar adhitya Senin, 07 Maret 2022 - 16:35 WIB
Anjuran Perbanyak Puasa Syaban dan Hikmahnya Bagi Kesehatan
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Memperbanyak puasa merupakan amalan sunnah pada bulan Sya’ban berdasarkan ajaran Rasulullah. Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam mengistimewakan Sya’ban dengan mengerjakan puasa sunnah lebih banyak daripada bulan-bulan lain.

Diriwayatkan, Rasulullah hampir berpuasa satu bulan penuh, kecuali satu atau dua hari di akhir bulan saja agar tidak menyelisih Ramadan dengan satu atau dua hari puasa sunnah.

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ: وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ

Dari Aisyah R.A berkata: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW melakukan puasa satu bulan penuh kecuali puasa bulan Ramadan dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa sunah melebihi (puasa sunah) di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari nomor 1969 dan Muslim nomor 1156).

Baca Juga: Mengetahui Keutamaan Sya’ban, Bulan Persiapan Ramadhan

Dalam riwayat lain Aisyah berkata:

كَانَ أَحَبُّ الشُّهُورِ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَصُومَهُ شَعْبَانَ، ثُمَّ يَصِلُهُ بِرَمَضَانَ

“Bulan yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW untuk berpuasa sunnah adalah bulan Sya’ban, kemudian beliau menyambungnya dengan puasa Ramadan.” (HR. Abu Daud nomor 2431 dan Ibnu Majah nomor 1649).

Dilansir Kementerian Agama, maksud berpuasa dua bulan berturut-turut adalah berpuasa sunnah pada sebagian besar bulan Sya’ban (sampai 27 atau 28 hari). Kemudian, Rasulullah berhenti puasa sehari atau dua hari sebelum bulan Ramadan, baru dilanjutkan dengan puasa wajib Ramadan selama satu bulan penuh.

Baca Juga: Bukan Cuma Hilal, Begini Cara Tentukan Awal Ramadhan dengan Hisab

Dosen Biokimia dan Toksikologi IPB Dr drh Hasim, menjelaskan bahwa puasa sangat bermanfaat untuk kesehatan Ia menguraikan, sehat akibat berpuasa tidak hanya berdampak pada mental dan spiritual, tetapi juga sehat secara fisik.

“Sehat secara fisik ini termasuk di dalamnya saya membawakan satu istilah baru yang disebut dengan sehat metabolik,” kata Hasim dikutip laman resmi IPB, Senin (7/3/2022).

Ia menjelaskan, sehat metabolik adalah orang yang mampu mempertahankan sumber energinya ketika menghadapi kebutuhan energi yang besar misalnya dalam menghadapi kelaparan yang lama. Besarnya sumber energi dalam tubuh tergantung kadar ATP dan gula darah.

Normalnya, ATP tidak boleh kurang, dan gula darah tidak boleh turun. ATP ini digunakan mendukung aktivitas sehari-hari seperti bekerja berpikir dan aktivitas-aktivitas yang lain.

Sedangkan gula darah menyuplai energi untuk sel syaraf dan otak. Apabila kadanya turun, maka energi tidak akan mencukupi, terutama untuk sel saraf dan otak.

Baca Juga: UMKM Perhiasan asal Bali Ikut Ramaikan Paris Fashion Week 2022

Saat berpuasa, tubuh akan mempertahankan dengan cara menguraikan glikogen, yaitu cadangan energi yang tersimpan di dalam sel terutama sel hati atau liver. Apabila glikogen itu sudah penuh karena waktu makan sahur makan karbohidrat banyak, maka akan disimpan dalam bentuk jaringan adiposa, yaitu berupa lemak di bawah kulit tubuh.

“Maka orang yang kebanyakan makan karbohidrat maka akan gemuk dan tebal lemak di bawah kulit berat badannya akan naik,” katanya.

Kemudian, saat berpuasa maka tidak ada asupan dari usus, maka glikogen akan diuraikan. Glikogen itu hanya bisa bertahan kurang lebih sampai jam 12 siang sudah habis apabila manusia beraktifitas.

Agar kadar glukosa tubuh terjaga maka lemak yang dibawah kulit akan diuraikan melalui proses beta oksidasi yang akan menghasilkan asetil koenzim-A yang nanti akan diuraikan menjadi energi ATP. Jadi selama puasa luar biasa terjadi arus balik, biasanya kita makan lewat usus, glukosa masuk lewat pakai insulin sekarang yang yang bereaksi berganti, yaitu glikogen diuraikan melibatkan puluhan enzim untuk menguraikan glikogen menjadi glukosa.

“Jadi orang yang berpuasa maka enzim untuk menguraikan cadangan energi itu menjadi tersedia sangat cukup, jadi ketika harus menghadapi stres atau kelaparan yang panjang atau harus mencukupi gula darah untuk aktivitas perjuangan orang itulah yang paling bisa menghadapi,” ujar Hasim.

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Bedanya Rambu Warna Hijau dan Biru di Jalan Tol

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)