Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 28 Mei 2026
home masjid detail berita

Bukan Cuma Hilal, Begini Cara Tentukan Awal Ramadhan dengan Hisab

mahmuda attar hussein Senin, 07 Maret 2022 - 11:45 WIB
Bukan Cuma Hilal, Begini Cara Tentukan Awal Ramadhan dengan Hisab
Ilustrasi pemantauan hilal untuk menentukan awal Ramadhan. (Foto: Istimewa).
LANGIT.ID, Jakarta - Ada dua metode untuk menentukan awal Ramadhan, yaitu melihat hilal dan hisab atau perhitungan khusus. Ada pola matematis dan astronomis mengacu pada kalender hijriyah.

Pakar FalakMuhammadiyah, Oman Fathurrahman mengatakan, perhitungan hisab ini tercantum dalam sejumlah ayat Alquran, seperi Ar-Rahman dan Yunus.

Adapun ar-Rahman ayat 5 artinya: "Matahari dan Bulan (beredar) menurut perhitungan." Kemudian Yunus ayat 5 berbunyu: "Dia lah yang menjadikan matahari bersinar dan Bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan Bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu)."

Baca Juga: Amalan Spesial di Bulan Sya’ban, Persiapan Masuki Ramadhan

"Kedua ayat di atas menunjukkan matahari dan bulan memiliki sistem peredaran yang ditetapkan oleh Sang Pencipta dan peredarannya dapat dihitung," kata dia dalam keterangannya, dikutip Senin (7/3/2022).
Menurutnya, peredaran matahari dan bulan yang dapat dihitung bukan sekadar informasi, melainkan isyarat agar dapat dimanfaatkan dalam penentuan bilangan tahun dan perhitungan waktu secara umum.

"Penetapan awal bulan itu bisa dengan hisab atau perhitungan. Kalau kita memahami bulan dan matahari beredar menurut perhitungan, kita bisa memprediksi, mengukur, menentukan dengan pasti, dan akurat," katanya.

Dalam hadis Nabi Saw juga disebutkan: "Apabila kamu melihat hilal berpuasalah, dan apabila kamu melihatnya beridulfitri lah! Jika ia terhalang oleh awan di atasmu, maka estimasikanlah!" (HR Muslim).

Oman menjelaskan, walaupun hadis tersebut secara eksplisit membicarakan rukyat, tapi justru memberi tempat bagi penggunaan hisab di kala bulan tertutup awan. Artinya, hisab digunakan pada saat ada kemusykilan melakukan rukyat, karena faktor alam (bulan tertutup awan).

“Dalam hadis tersebut memberikan peluang untuk menggunakan hisab. Lalu diperluas, tidak perlu menunggu mendung sekalipun, hisab tetap bisa digunakan untuk menentukan awal bulan terutama Ramadan dan Syawal,” ujar dosen Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga ini.

Dalam penentuan awal bulan kamariah, kata Oman, Muhammadiyah menggunakan hisab hakiki wujudul hilal.

Dengan metode ini, bulan baru kamariah dimulai apabila telah terpenuhi tiga kriteria berikut: 1) telah terjadi ijtimak (konjungsi); 2) ijtimak (konjungsi) itu terjadi sebelum matahari terbenam; 3) pada saat terbenamnya matahari piringan atas Bulan berada di atas ufuk (bulan baru telah wujud).

“Ketiga kriteria ini penggunaannya adalah secara kumulatif, dalam arti ketiganya harus terpenuhi sekaligus. Bila tidak terpenuhi maka bulan baru belum mulai. Inilah konsep hisab hakiki yang dipahami oleh Muhammadiyah,” kata Oman.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 28 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)