Negara anggota Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) kompak menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah bertepatan dengan Sabtu, 21 Maret 2026.
Pemerintah Arab Saudi secara resmi mengumumkan bahwa Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Jumat, 20 Maret, setelah hilal tidak terlihat pada Rabu petang.
Kesepakatan negara-negara anggota MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) merupakan salah satu tonggak yang menjadi rujukan bersama dalam menetapkan bulan Hijriah, salah satunya bulan Syawal sebagai tanda Idulfitri. Seperti apa penentuan MABIMS itu sendiri?
Ketika alam menutup pandangan mata terhadap hilal, Islam memberikan kepastian hukum melalui metode penyempurnaan bilangan bulan Syaban menjadi tiga puluh hari guna menjaga validitas ibadah umat.
Perdebatan klasik di kalangan ulama dunia mengenai jumlah saksi hilal menunjukkan kedalaman ijtihad Islam. Antara kesaksian tunggal dan ganda, integritas menjadi kunci utama penentu awal ibadah.
Pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk menentukan awal Ramadhan 1446 H akan digelar Jumat (28/02/2025). Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan 125 lokasi
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) mengeluarkan data hilal awal Syawal 1445 H pada Rabu, 29 Ramadhan 1445 H bertepatan dengan 9 April 2024 Masehi.
Lembaga Falakiyah (LF) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan melakukan rukyatul hilal atau pemantauan hilal awal Ramadhan 1445 H pada Ahad 10 Maret 2024
Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar pemantauan hilal (rukyatul hilal) awal Zulhijah 1444 H/2023 M pada Minggu (18/6/2023) bertepatan 29 Zulkaidah 1444 H
Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1444 Hijriah/2023 Masehi jatuh pada Kamis (23/3/2023). Keputusan itu diambil melalui sidang isbat di Gedung Kemenag RI, Jakarta, Rabu (22/3/2023).