Perbedaan waktu Idul Adha menjadi tanda tanya bagi sebagian masyarakat di Indonesia, apakah ikut pemerintah atau Arab Saudi tempat dilaksanakannya Ibadah Haji?
Pemerintah telah menggelar sidang isbat untuk menentukan 1 Dzulhijjah 1443 H. Hasilnya, Idul Adha atau 10 Dzulhijjah 1443 H ditetapkan jatuh pada 10 Juli 2022.
Anggota Tim Unifikasi Hijriyah Kemenag RI Prof. H Thomas Djamaluddin, mengimbau masyarakat muslim di Indonesia bersiap menghadapi perbedaan penetapan hari Idul Adha 1443 H antara yang akan ditetapkan pemerintah dengan yang telah ditetapkan Muhammadiyah.
Adib menjelaskan, semua sistem hisab menyepakati ijtimak menjelang Zulhijah 1443 H jatuh pada Rabu, 29 Juni 2022 M bertepatan dengan tanggal 29 Zulkaidah 1443 H sekitar pukul 9:52 WIB.
Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kementerian Agama menyampaikan bahwa secara hisab, hilal awal Syawal 1443 Hijriyah di Indonesia dimungkinkan berhasil dirukyat pada hari ini, Ahad (1/5/2022).
Jika hilal berhasil diamati pada 29 penanggalan hijriah petang hari, maka malamnya sudah masuk malam tanggal 1 H. Jika tidak berhasil diamati, maka malamnya masih malam 30 H, dan malam keesokan harinya baru masuk malam tanggal 1.
Mantan Kepala Kanwil Kemenag Jabar ini mengungkapkan, pihaknya juga mengundang Komisi VIII DPR RI, akademisi dari sejumlah universitas, pimpinan pondok pesantren, serta para pakar dan ahli falak.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan menyatakan lebaran Idul Fitri 1443 H kali ini berpotensi sama, antara Muhammadiyah dan pemerintah.
Ada 9 alasan PP Muhammadiyah memilih perhitungan hisab ketimbang melihat rukyat hilal. Tidak diragukan lagi bahwa Nabi Muhammad SAW melihat hilal saat menentukan awal Ramadhan.