LANGIT7.ID, Banda Aceh - Peneliti di Pusat Sains Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang, mengatakan, hari raya Idul Fitri 1443 H bisa serempak pada 2 Mei 2022 asal hilal terlihat di Kota Sabang, Banda Aceh, dan Jantho. Secara umum, penetapan 1 Syawal menggunakan metode rukyat dan hisab.
Jika hilal berhasil diamati pada 29 penanggalan hijriah petang hari, maka malamnya sudah masuk malam tanggal 1 H. Jika tidak berhasil diamati, maka malamnya masih malam 30 H, dan malam keesokan harinya baru masuk malam tanggal 1.
Andi menjelaskan, dalam astronomi terdapat kritera ketampakan atau visibilitas hilal yang disusun dari hasil tabulasi rukyat. Itu lalu dirumuskan pada ketinggian dan elongasi beberapa hilal dapat terlihat.
"JIka mengacu pada kriteria MABIMS yang baru, yaitu altitude 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat," kata Andi dalam keterangan tertulis, Ahad (1/5/2022).
Baca Juga: Idul Fitri 1443 H Berpotensi Serempak, Begini Penjelasan BRINSementara, kondisi hilal Lebaran 2022 di Indonesia dari segi ketinggian sebenarnya sudah memenuhi, karena berada pada rentang 3,75 derajat (di Merauke) hingga 5,55 derajat di Sabang.
Namun, elongasi atau sudut pisah antara hilal dengan matahari nyaris memenuhi, karena berada pada rentang 4,88 derajat di Merauke hingga 6,35 derajat di Sabang. Nilai altitude dan elongasi ini dihitung saat matahari terbenam.
Meski secara kriteria belum terpenuhi, hanya ada tiga kota di Indonesia yang sudah memenuhi kriteria MABIMS Baru (3-6,4 derajat). Kota-kota itu yakni Sabang, Banda Aceh, dan Jantho (Aceh Besar).
Lalu, mengapa hanya tiga kota itu? Andi menjelaskan, hal itu dikarenakan beberapa menit setelah matahari terbenam, nilai elongasi dan altitude di tiga kota itu telah memenuhi kriteria MABIMS Baru, walaupun hanya berlangsung beberapa menit saja.
Berikut rinciannya:
Sabang (Matahari terbenam pukul 18.45.41 WIB) elongasi tepat 6,4 derajat pukul 18.53.56 WIB atau 8 menit 15 detik setelah matahari terbenam. Ketinggian tepat 3,0 derajat pukul 18.57.11 WIB atau 11 menit 30 detik setelah matahari terbenam. Sehingga, masih ada waktu selama 3 menit 15 detik untuk berburu hilal di Kota Sabang.
Banda Aceh (Matahari terbenam pukul 18.45.14 WIB) elongasi tepat 6,4 derajat pukul 18.53.53 WIB atau 8 menit 39 detik setelah matahari terbenam. Ketinggian tepat 3,0 derajat pukul 18.56.40 WIB atau 11 menit 26 detik setelah matahari tebenam. Jadi, masih ada waktu selama 2 menit 47 detik untuk berburu hilal di Banda Aceh.
Jantho (Matahari terbenam pukul 18.43.44 WIB) elongasi tepat 6,4 derajat pukul 18.53.52 WIB atau 10 menit 8 detik setelah matahari terbenam. Ketinggian tepat 3,0 derajat pukul 18.55.05 WIB atau 11 menit 21 detik setelah matahari terbenam. Sehingga, masih ada waktu selama 1 menit 13 detik untuk berburu hilal di Jantho.
(jqf)