Pemerintah melalui Kementerian Agama RI (Kemenag) resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriyah atau hari raya Idul Fitri 2026, jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Umat Islam menggelontorkan dana fantastis hingga puluhan triliun rupiah setiap Idulfitri. Namun, alih-alih mengentaskan kemiskinan, dana tersebut kerap menguap dalam pusaran konsumerisme yang nirfaedah.
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) mengeluarkan data hilal awal Syawal 1445 H pada Rabu, 29 Ramadhan 1445 H bertepatan dengan 9 April 2024 Masehi.
Bulan Syawal dianggap sebagai bulan yang istimewa bagi umat Muslim karena selain perayaan Idulfitri, terdapat beberapa peristiwa bersejarah dalam sejarah Islam yang terjadi pada bulan tersebut.
Aspek spiritual atau tradisi keagamaan syawalan diartikan sebagai bentuk penyucian diri untuk merontokkan dosa-dosa yang sifatnya horizontal atau hubungan antar manusia.
Pascalebaran masyarakat sudah harus mulai mengelola kembali perihal keuangannya alias berhemat. Hal itu dilakukan agar uang yang tersisa tidak semakin terkuras habis.
Buya Yahya mengingatkan, bahwa umat perlu memperkuat dan mempertebal imannya ketika di bulan Syawal. Menurutnya, setan saat Ramadhan sudah menunggu masuknya Syawal.
Rasulullah tidak pernah meninggalkan Shalat Id selama sembilan kali Syawal dan Dzulhijjah setelah disyariatkannya, tetapi juga tidak adanya sanksi hukum bagi yang tidak mengerjakannya.