Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home global news detail berita

Ini Makna Syawalan Menurut Kepala BPIP Prof. Yudian Wahyudi

Priyo Setyawan Ahad, 22 Mei 2022 - 22:38 WIB
Ini Makna Syawalan Menurut Kepala BPIP  Prof. Yudian Wahyudi
Kepala BPIP, Prof. Yudian Wahyudi mengurai makna syawalan saat memberi tausiyah syawalan Kalspolgama, Sabtu (21/5/2022). (Foto Istimewa)
LANGIT7.ID, Yogyakarta - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. K.H. Yudian Wahyudi menjelaskan ada beragam maknasyawalan, baik dari aspek spiritual, sosial maupun politik.

Aspek spiritual atau tradisi keagamaan syawalan diartikan sebagai bentuk penyucian diri untuk merontokkan dosa-dosa yang sifatnya horizontal atau hubungan antar manusia.

Dalam sejarah praktik politik, syawalan yang dilabeli halal bi halal ditransformasikan sebagai menggalang persatuan di tengah beragam perbedaan aspirasi politik.

Baca juga: Bagaimana Hukum Menggandeng Niat Puasa Syawal dengan Puasa Sunnah Lain?

"Dalam konteks akuntabilitas, syawalan bisa diibaratkan sebagai momen untuk mempertanggungjawabkan prestasi kerja setahun sebelumnya dan memohon maaf kepada sesama atas kekurangan yang terjadi," kata Yudian saat memberikan tausiyah Syawalan Keluarga Alumni Fisipol Gadjah Mada (Kafispolgama), Sabtu (21/5/2022).

Yudian menjelaskan melalui tradisi syawalan, akan lahir hikmah-hikmah yang baru, sati di antaranya terjaganya tradisi guyub rukun. Melalui terminologi guyub guyub diambil dari bahasa Arab yang artinya menurunkan ego sampa dititik normal.

"Sedangkan rukun berarti menciptakan harmoni yang membentuk sikap gotong rotong bagi masyarakat Indonesia," jelas mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)