Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

7 Peristiwa Penting di Bulan Syawal, Ada Taktik Jitu Khalid bin Walid

Muhajirin Selasa, 25 April 2023 - 19:01 WIB
7 Peristiwa Penting di Bulan Syawal, Ada Taktik Jitu Khalid bin Walid
Tujuh peristiwa penting di bulan Syawal.Foto/ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Bulan Syawal dianggap sebagai bulan yang istimewa bagi umat Muslim karena selain perayaan Idulfitri, terdapat beberapa peristiwa bersejarah dalam sejarah Islam yang terjadi pada bulan tersebut.

Selama bulan Syawal, disarankan bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah dan amalan mereka sesuai dengan ajaran Rasulullah. Ada beberapa peristiwa bersejarah penting dalam Islam yang terjadi pada bulan Syawal yang dapat menjadi pelajaran bagi umat Muslim.

Berikut tujuh peristiwa penting yang terjadi pada Bulan Syawal yang dikutip dari Berbagai sumber:

1. Perang Uhud
Pada 15 Syawal, tiga tahun setelah hijrahnya Rasulullah saw, terjadi perang Uhud. Pertempuran melibatkan 700 pasukan Muslim melawan 3.000 pasukan musyrik.

Awalnya, umat Islam mendominasi pertempuran dan memaksa orang-orang musyrik mundur. Akibatnya, musyrik meninggalkan harta benda mereka. Namun, sebuah kelompok pasukan Muslim yang bertugas sebagai pemanah di atas bukit terlalu percaya diri dan lengah.

Khalid bin Walid, yang saat itu masih kafir, melihat kesempatan ini dan menyerang sisi pemanah, menyebabkan pasukan Muslim kocar-kacir. Kekalahan ini menyebabkan luka parah pada Rasulullah.

Perang Uhud tercatat dalam Q.S. Ali Imran: 121 dan dianggap sebagai salah satu ujian bagi umat Muslim untuk tetap taat pada ajaran dan sunnah Nabi Muhammad.

2. Perang Khandaq
Pada bulan Syawal, lima tahun setelah hijrahnya Rasulullah saw., terjadi Perang Khandaq. Strategi pembuatan parit yang dalam dan lebar untuk menghalau musuh dicetuskan oleh Salman Al-Farisi dan disetujui oleh Rasulullah setelah berunding dengan para sahabat.

Bahkan, Rasulullah turut membangun parit pertahanan tersebut. Jumlah pasukan Muslim dalam perang ini mencapai 3.000 orang, sedangkan pasukan sekutu kaum musyrik berjumlah seribu orang. Kemenangan dalam perang ini berhasil diraih oleh pihak Muslim karena pasukan musuh mengalami kekalahan setelah terkena angin puyuh yang menerjang mereka setelah menunggu lama di luar parit.

3. Nabi Muhammad SAW berdakwah ke Thaif
Nabi Muhammad SAW melakukan dakwah dan mencari perlindungan di Thaif setelah mengalami kekerasan dari kafir Qurays setelah kematian Abu Tholib. Meskipun beliau diusir dari Thaif, Nabi Muhammad malah mendoakan warga Thaif. Sikap mulia ini menunjukkan akhlak yang luar biasa dari Rasulullah dan patut dicontohi.

4. Perang Hunain
Pada bulan Syawal tahun ke delapan Hijriyah, terjadi Perang Hunain di mana kaum Muslim melawan suku Hawazin dan suku Tsaqif yang tinggal di sebelah timur laut Makkah. Kedua suku ini khawatir akan diserang oleh kaum Muslim setelah penaklukan Makkah tanpa pertumpahan darah. Perang Hunain berlangsung selama dua pekan setelah kejayaan kaum Muslim dalam menaklukkan Makkah.

Dalam keadaan seperti ini, pasukan Muslim memiliki keunggulan dalam hal mental dan semangat perjuangan yang tinggi. Dari total 12 ribu pasukan Muslim, 2.000 di antaranya berasal dari dukungan Quraisy Makkah. Dalam akhirnya, kaum Muslim berhasil memenangkan Perang Hunain.

5. Pernikahan Rasulullah
Pada bulan Syawal di tahun kedua setelah perang Badar, Rasulullah saw. menikahi Ummu Salamah. Sebelum menikah dengan Ummu Salamah, Rasulullah juga menikahi Aisyah r.a. pada bulan Syawal di tahun ke-10 masa kenabian.

Ummu Salamah adalah seorang wanita yang hebat, berpendidikan, dan bijaksana. Dia adalah seorang janda, suaminya Abu Salamah meninggal di medan perang. Pernikahan Rasulullah dan Ummu Salamah adalah bukti nyata tentang kasih sayang dan kepedulian Rasulullah.

Sedangkan, pernikahan Rasulullah dengan Aisyah r.a. terjadi pada tahun ke-10 masa kenabian. Aisyah r.a. adalah seorang wanita yang cerdas, berbakat, dan sangat mencintai Rasulullah. Dia juga menjadi salah satu sahabat terdekat Rasulullah dan memiliki peran penting dalam memperkuat dan menyebarkan agama Islam.

6. Penaklukkan Mada’in sebagai Ibu Kota Imperium Persia
Pada bulan Syawal tahun ke-14 Hijriyah, Amirul Mukminin Umar bin Khattab berhasil menaklukkan Mada'in, ibukota imperium Persia. Pada saat itu, Umar bin Khattab berhasil merebut Istana Putih yang merupakan istana resmi raja Persia.

Semua peristiwa penting yang terjadi di bulan Syawal dapat dijadikan pembelajaran bagi umat Islam. Peristiwa penaklukan Mada'in dan Istana Putih oleh Umar bin Khattab menunjukkan keberanian dan kekuatan kaum Muslimin dalam mempertahankan dan memperluas wilayah Islam. Hal ini juga menjadi bukti keagungan Islam dan kebesaran Allah SWT.

7. Imam Bukhari Lahir di Bukhara
Imam Al-Bukhari dilahirkan di Bukhara, Uzbekistan pada 13 Syawal tahun ke-194 Hijriyah. Menurut pandangan Ibnu Hajar Al Asqalani, Imam Al-Bukhari mengumpulkan 9.082 hadist dalam sebuah karyanya yang monumental yang dikenal sebagai Al-Jami' Al-Shahih, atau Shahih Bukhari.

Kitab tersebut dianggap sebagai salah satu kitab paling sahih setelah kitab suci Al-Qur'an. Karya monumental ini menunjukkan keahlian dan dedikasi Imam Al-Bukhari dalam mempelajari, mengumpulkan, dan mengklasifikasikan hadist-hadist yang ada. Karya ini juga menjadi salah satu rujukan utama dalam studi hadist dan agama Islam secara umum.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)