BMKG melaksanakan rukyat hilal Syawal 1443 H pada 1 Mei 2022, dengan mempersiapkan layanan informasi data hisab hilal dan rencana rukyat di seluruh Indonesia.
Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin menjelaskan, sidang isbat mempertimbangkan informasi awal berdasarkan hasil perhitungan secara astronomis (hisab) dan hasil konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan (rukyatul) hilal.
Kerajaan Arab Saudi mengumumkan 1 Ramadhan jatuh pada Sabtu, 2 April 2022. Bulan sabit yang menandai awal Ramadhan terlihat di sana pada Jumat (1/4/2022).
Kemenag mulai menggunakan kriteria baru hilal awal bulan Hijriah mengacu hasil kesepakatan Menteri Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS) pada 2021.
Awal puasa 2022 jatuh pada 3 April 2022, seturut keputusan hasil Sidang Isbat yang sudah diumumkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI pada Jumat (1/4/2022).
Masjid KH Hasyim Asyari, Jakarta Barat melaksanakan pemantauan rukyatul hilal penetapan awal Ramadhan 1443 H. Tim rukyat menyatakan hilal tidak terlihat.
Pemerintah mengupayakan ada satu sistem tunggal sehingga keterbukaan semua Pihak bisa membuat satu kalender yang mapan, ada otoritas tunggal, kriteria tunggal, dan batas tanggal yang disepakati
pada hari pelaksanaan rukyat atau pemantauan, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk. Yaitu berkisar antara 1 derajat 6,78 menit sampai dengan 2 derajat 10,02 menit.
Awal Ramadhan 2022 di Indonesia diperkirakan akan mengalami perbedaan. Hal tersebut karena penggunaan metode penentuan awal bulan Hijriah yang variatif di Indonesia.
Sejumlah masjid yang memiliki menara tinggi menjadi titik lokasi pengamatan hilal. Pada Rukyatul Hilal Ramadhan 2022, terdapat enam masjid yang menjadi titik lokasi pemantauan.