Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

Awal Ramadhan, Pakar Astronomi: Rukyatul Hilal dan Hisab Seperti 2 Sisi Mata Uang

Muhajirin Jum'at, 01 April 2022 - 18:30 WIB
Awal Ramadhan, Pakar Astronomi: Rukyatul Hilal dan Hisab Seperti 2 Sisi Mata Uang
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ahli Astronomi dan Astrofisika dari Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Thomas Djamaluddin, posisi rukyat dan hisab setara, bisa saling menggantikan atau saling melengkapi.

“Rukyatul Hilal dan Hisab itu seperti dua sisi mata uang, tidak bisa dipisahkan,” kata Thomas dalam Sidang Sibat di Kantor Kementerian Agama RI, Jumat Sore (1/4/2022).

Thomas menjelaskan, rukyatul hilal merupakan metode dengan melakukan pengamatan ketampakan hilal atau bulan sabit saat Matahari terbenam menjelang awal bulan pada kalender Hijriah.

Sedangkan hisab dapat diartikan dengan perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriah.

Baca Juga: Sidang Isbat 1 April 2022, Awal Ramadhan Berpotensi Tak Serentak

Thomas menjelaskan, tanda-tanda awal bulan yang berupa hilal bisa dilihat dengan mata (rukyat) dan bisa juga dihitung (hisab). Hal itu berdasarkan rumusan keteraturan fase-fase Bulan dan data-data rukyat sebelumnya tentang kemungkinan hilal bisa dirukyat.

Kendati begitu, Thomas menegaskan, dua metode tersebut bukan penyebab perbedaan penentuan awal Ramadhan atau pun Idul Fitri di Indonesia. Tahun ini, para astronom sudah mengantisipasi akan adanya potensi perbedaan awal puasa.

Hal itu bukan dikarenakan perbedaan metode hisab dan rukyat. Itu karena prinsip perhitungan antara hisab dan rukyat hilal, secara astronomi, adalah sesuatu yang saling melengkapi.

Penyebab perbedaan awal puasa adalah perbedaan kriteria yang digunakan setiap Organisasi Islam di Indonesia. "Secara umum, perbedaan itu banyak faktor. Tapi akar masalahnya karena perbedaan kriteria," kata Thomas.

Terkait hal ini, pemerintah akan menentukan awal Ramadhan berdasarkan keputusan sidang isbat. Sidang ini memadukan hasil perhitungan astronomis (hisab) dan konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan (rukyatul) hilal.

Baca Juga: Kemenag Gelar Sidang Isbat Ramadhan 1443 H, Begini Tahapannya

Secara hisab, semua sistem sepakat bahwa ijtimak menjelang Ramadhan jatuh pada jatuh pada Jumat, 1 April 2022 atau 26 Sya’ban 1443 H pukul 13.24 WIB. Pada saat itu, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk, berkisar antara 1 derajat 6,78 menit sampai dengan 2 derajat 10,02 menit.

“Pemerintah mengupayakan ada satu sistem tunggal sehingga keterbukaan semua Pihak bisa membuat satu kalender yang mapan, ada otoritas tunggal, kriteria tunggal, dan batas tanggal yang disepakati,” ucap Thomas.

Menurut dia, kriteria pada dasarnya sesuatu yang berdasarkan ijtihad dan bisa diangkat untuk mempersatukan. Dia berharap kriteria yang baru akan membuka jalan untuk mencapai penetapan kriteria tunggal tersebut. Itu yang akan dijadikan rujukan semua pihak dan mempersatukan umat.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)