LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penentuan awal Ramadhan 1443 Hijirah Jumat (1/4/2022) sore ini. Sidang isbat akan menjalani tiga tahapan mulai dari seminar hilal sampai konferensi pers.
Pelaksanaan Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1443 Hijriah berlangsung di Auditorium HM Rasjidi Kementeran Agama, Jakarta. Sidang akan digelar secara tertutup setelah shalat Magrib. Selain data hisab (informasi), sidang isbat juga akan merujuk pada hasil rukyatul hilal (konfirmasi) yang dilakukan Tim Kemenag pada 101 lokasi di seluruh Indonesia.
Sidang Isbat dihadiri oleh MUI, perwakilan ormas Islam, DPR, sejumlah duta besar negara sahabat, serta kementerian dan lembaga terkait. Kementerian Agama berperan sebagai fasilitator bagi para ulama, ahli, dan cendekiawan untuk bermusyawarah menetapkan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah.
Baca Juga: Pondok Gontor Mulai Puasa pada 2 April 2022Sidang Penetapan Awal Ramadan 1443 Hijriah di Kementerian Agama ini akan didahului dengan seminar Pemaparan Posisi Hilal. Tahap pertama berisi pemaparan posisi hilal awal Ramadan 1443 H berdasarkan hasil hisab atau perhitungan astronomi
Pemaparan itu dilakukan Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag mulai pukul 17.00 WIB yang akan akan disiarkan langsung. Sidang isbat akan melibatkan perwakilan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang sekarang tegabung dalam BRIN, BMKG serta undangan lainnya.
Baca Juga: Bisa Dicoba Nih, Bersihkan Dapur dan 3 Ide Ngabuburit AntibosanTahap kedua pelaksanaan Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 1443 Hijriah adalah pembahasan data hilal yang telah masuk. Sidang bakal digelar secara tertutup setelah Shalat Magrib.
Selain data hisab, sidang isbat akan merujuk pada hasil rukyatul hilal (konfirmasi) yang dilakukan Tim Kemenag pada 78 lokasi di seluruh Indonesia. Setelah itu, tahap ketiga, Kemenag akan mengumumkan hasil sidang dengan menggelar telekonferensi pers yang akan disiarkan secara langsung.
"Telekonferensi pers hasil sidang isbat akan disiarkan secara langsung oleh TVRI dan media sosial (medsos) Kemenag," kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib.
Baca Juga: KH Ma’ruf Amin: Puasa Harus Lahirkan Ketakwaan(zhd)