LANGIT7.ID, Jakarta - Umat Islam bersiap menyambut
Ramadhan 1443 H yang jatuh pada awal April 2022. Meski demikian, hingga saat ini belum diketahui tanggal pasti bulan suci tersebut ditetapkan.
Menurut Muhammadiyah yang menggunakan metode hisab wujudul hilal, ditetapkan 1 Ramadhan 1443 H adalah 2 April 2022. Sedangkan Nahdlatul Ulama (NU) baru akan melaksanakan pemantauan hilal pada 1 April 2022 mendatang.
Baca Juga: Kementerian Agama Minta Perbedaan Awal Ramadhan Tak Jadi PolemikSementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menentukan awal Ramadhan melalui sidang isbat yang rencananya digelar pada, 1 April 2022. Sidang isbat mempertimbangkan informasi awal Ramadhan berdasarkan perhitungan secara astronomis (hisab) dan hasil konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan hilal (rukyatul).
Lantas apa itu apa itu metode rukyat dan hisab? Melansir dari Makamah Syari’ah Aceh, Selasa (29/3/2022), rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya Ijtima’ (konjungsi).
Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau memakai alat bantu optik seperti teleskop.
Rukyat dilakukan setelah matahari terbenam. Sebab, hilal hanya tampak setelah matahari terbenam atau waktu Maghrib. Intensitas cahaya hilal sangat redup dibandingkan dengan cahaya matahari, serta ukurannya sangat tipis.
Baca Juga: Demi Kemaslahatan, Kemenag Harap Umat Islam Indonesia Serempak Awal RamadhanApabila hilal terlihat, maka pada petang waktu setempat telah memasuki bulan baru hijriyah. Namun, jika hilal tidak terlihat maka awal bulan ditetapkan mulai Maghrib hari berikutnya.
Kriteria ini di Indonesia digunakan oleh Nahdatul Ulama (NU) dengan dalih mencontoh sunnah Rasul dan para shahabatnya serta mengikuti ijthad para ulama empat mazhab. Meski demikian, metode hisab tetap digunakan meskipun hanya sebagai alat bantu dan bukan sebagai penentu masuknya awal bulan hijriyah.
Hisab merupakan perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan. Secara harfiah, Hisab berati perhitungan. Dalam Islam, istilah
hisab sering digunakan dalam ilmu falak (astronomi) untuk memperkirakan posisi matahari dan bulan terhadap bumi.
Posisi matahari menjadi penting karena menjadi patokan Umat Islam dalam menentukan masuknya waktu shalat. Sementara posisi bulan diperkirakan untuk mengetahui terjadinya hilal sebagai penanda masuknya periode bulan baru dalam kalender hijriyah.
Baca Juga:
Sikapi Perbedaan Awal Ramadhan 2022, Ini Pesan MUI
6 Masjid Ini Jadi Titik Rukyatul Hilal Awal Ramadhan 2022(asf)