Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

Penentuan 1 Syawal: Umat Islam Tak Perlu Lihat Hilal Langsung, Cukup Percaya Saksi

Jaja Suhana Ahad, 01 Mei 2022 - 16:37 WIB
Penentuan 1 Syawal: Umat Islam Tak Perlu Lihat Hilal Langsung, Cukup Percaya Saksi
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Penentuan awal Syawal dilakukan dengan dua metode, yakni metode melihat anak bulan atau hilal, dan perhitungan atau hisab. Pemerintah Indonesia umumnya menggunakan metode melihat hilal untuk menentukan Idul Fitri.

Dai kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) mengatakan umat Islam tidak perlu ikut mengamati hilal. Cukup percaya kepada saksi yang ditunjuk dan disumpah oleh pengadilan agama. "Kita tidak perlu menengok langsung, cukup percaya saja hasil pengamatan para saksi," ujar UAS dikutip dari channel YouTube-nya, Ahad (1/5/2022).

"Saksi yang dipilih harus memiliki pemahaman yang baik tentang astronomi. Selain itu ia harus memiliki mata yang sehat dan disumpah di pengadilan," lanjutnya.

Pengamatan hilal dapat dilakukan pada Ahad sore 29 Ramadhan 1443 Hijriah, atau bertepatan dengan tanggal 1 Mei 2022. Pengamatan hilal biasanya menggunakan teropong di beberapa titik daerah di Indonesia.

Baca Juga: Kemenag: Hilal Awal Syawal di Indonesia Penuhi Kriteria Baru MABIMS

Rasulullah dalam haditsnya menganjurkan melihat hilal untuk menentukan awal dan akhir puasa Ramadhan. "Bepuasalah kamu ketika melihat anak bulan (hilal) dan berhari raya lah kamu ketika melihat anak bulan (hilal). Apabila tertutup awan maka sempurnakanlah Ramadhan 30 hari." (HR Bukhari Muslim).

UAS menerangkan, melihat hilal merupakan ibadah pada akhir bulan Ramadhan. "Sore hari pada 29 Ramadhan atau 1 Mei, bila ada yang bersaksi melihat anak bulan, maka Senin kita hari raya. Tetapi kalau sampai petang tidak terlihat anak bulan, maka berarti Senin tetap berpuasa ke-30 Ramadhan, dan lebarannya Selasa," katanya.

Di Indonesia, pemerintah mengerahkan pengamat hilal yang disebar di berbagai titik wilayah Indonesia. Biasanya terdiri dari perwakilan berbagai ormas Islam. Saksi-saksi kemudian melaporkan pengamatanya ke Kementerian Agama dan dilakukan sidang Isbat, untuk menentukan tanggal 1 Syawal 1443 Hijriah.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)