LANGIT7.ID, Jakarta - Awal bulan Sya’ban 1443 Hijriah jatuh pada Jumat, 4 Maret 2022. Sya’ban termasuk bulan mulia di antara bulan-bulan dalam kalender Islam (hijriyah).
Kemuliaan bulan Sya’ban yang pertama adalah bulannya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Karenanya, seorang muslim dianjurkan memperbanyak doa pada bulan Sya’ban.
Kedua, Sya’ban adalah bulan sebelum Ramadhan sehingga bulan kedelapan pada kalender hijriah ini sering dianggap sebagai bulan persiapan untuk memaksimalkan ibadah pada bulan puasa. Rasulullah memperbanyak puasa sunnah pada Sya’ban.
Baca Juga: Perangi Hoaks, MASK Dorong Masjid Jadi Kantor Beritaعَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ: وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ
Dari Aisyah radiallahu anha ia berkata: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW melakukan puasa satu bulan penuh kecuali puasa bulan Ramadan dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa sunnah melebihi (puasa sunah) di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari nomor 1969 dan Muslim nomor 1156).
Sya’ban secara etimologis terdiri dari sya `a ba yang memiliki beberapa arti antara lain bercabang dan memisahkan. Dinamakan Sya’ban, karena pada bulan itu terpancar bercabang-cabang kebaikan yang banyak (yatasya’abu minhu khairun katsir).
Baca Juga: Ali Ridho, Petani yang Punya TPQ di Kampung Sayur Banjarbaru Menurut pendapat lain, Sya’ban berasal dari kata Syi’b, yaitu jalan di sebuah gunung atau jalan kebaikan. Di sinilah bulan Sya’ban menempati posisi yang sangat urgen sebagai waktu yang tepat untuk berlatih membiasakan diri beramal sunah secara tertib dan kontinu.
عَنْ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ قَالَ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ, لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ, قَالَ : ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ, وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ, فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Dari Usamah bin Zaid berkata: Aku bertanya: “Wahai Rasulullah Saw, aku tidak melihatmu berpuasa seperti engkau berpuasa di bulan Sya’ban (karena seringnya), beliau menjawab: “Bulan itu adalah bulan yang dilalaikan oleh banyak orang, yaitu antara Rajab dan Ramadhan, di bulan itu diangkat amal-amal kepada Allah Tuhan semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku berpuasa.” (HR. Imam Ahmad, Imam Abu Dawud dan Imam Nasa’i dan Imam Ibnu Khuzaimah).
Baca Juga: Persis Dorong Indonesia Inisiasi Perdamaian Perang Rusia-Ukraina(zhd)