LANGIT7.ID, Jakarta - Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK) menggelar Dialog Ekslusif dengan tema “Peran Komunikasi dan Media untuk Kemajuan Islam”. Dalam agenda ini, MASK mendorong masjid di Indonesia menjadi penyebar kabar baik dengan berperan sebagai kantor berita.
Dewan Pengurus Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK), Arief Rosyid Hasan mencetuskan gagasan “Satu Masjid, Satu Konten, Satu Hari”. Inisiatif ini berangkat dari keresahan terhadap maraknya konten hoaks dan seringkali bermuatan narasi memecah belah.
“Masjid harus menjadi masa depan, pusat ekonomi, talenta digital, solusi umat, titik temu, tempat bermain, sekaligus penyebar virus kebaikan, dan kebenaran lainnya,” kata Arief baru-baru ini dalam sebuah diskusi di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat.
Baca Juga: Peristiwa Penting di Sya’ban, Perubahan Arah Kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bahArief menguraikan, surplus generasi muda berbanding lurus dengan banjir informasi hoaks yang menyesatkan dan mengadu domba. Masalah ini besar dan harus dicari solusinya sehingga tidak meluas.
Ia berharap masjid dapat menciptakan anak-anak muda dengan berbagai kemampuan. Menurut Arief, media sebagai salah satu pilar demokrasi perlu melihat pemuda dan masjid sebagai mutiara yang harus dioptimalkan agar memproduksi berita baik dan benar.
Baca Juga: ACT Ajak Warga Gotong Royong Bersihkan Masjid sebelum Ramadhan “Bisa dibayangkan jika 800.000 Masjid memproduksi konten berita tiap hari oleh generasi muda yang kini mayoritas, jumlah milenial 25,87 persen atau 70 juta orang dari total populasi penduduk Indonesia,” katanya.
Media, menurut dia, secara signifikan bisa membantu mendorong kemandirian pemuda yang berbasis pada masjid. Karenanya masjid sebagai masa depan umat Islam harus dioptimalkan fungsinya, termasuk memproduksi berita baik.
Baca Juga: Arab Saudi Cabut Aturan Protokol Kesehatan Covid-19(zhd)