LANGIT7.ID, Jakarta - Umat Islam di seluruh dunia mulai menjalankan ibadah puasa
Ramadhan. Pada bulan suci ini, umat Islam dilatih untuk memperkuat kesabaran dengan berpuasa dan mengerjakan berbagai amal saleh.
Ustadz Dr. Misbahul Anam dalam Kultum Tarawih di Masjid Al-Furqon di Gedung Pusat Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), Jakarta Pusat menjelaskan pentingnya makna sabar bagi seorang muslim. Kesabaran, katanya tidak hanya berkaitan dengan hal duniawi, tapi juga ukhrawi (akhirat).
“Kesabaran bukan hanya karena harga BBM naik, PPN naik, harga sembako naik, sabar karena mendengar kabar syarat vaksin booster untuk mudik. Sabar bukan sekadar itu kesabaran di sini aspeknya lebih luas, yang juga isinya adalah dimensi dunia dan dimensi akhirat,” katanya.
Baca juga: Ibu Menyusui Bisa Puasa, Ini Cara supaya ASI Tetap LancarMengutip Ibnu Rajab Al-Hanbali, Ketua Bidang Pemberdayaan Da’i DDII ini menguraikan tiga aspek kesabaran, yakni sabar atas ketaatan kepada Allah, sabar menjauhi hal-hal yang diharamkan Allah, dan sabar atas ketetapan Allah yang pahit. Bulan Ramadhan melatih tiga aspek kesabaran ini.
“Pertama yang diuji adalah persiapan Ramadhan itu sendiri, di mana setiap Ramadhan bagaimanapun juga adalah ibadah yang berat, karena harus mengubah jadwal makan, jadwal sahur, dan sebagainya,” jelas Ustadz Misbahul, Ahad (3/4/2022).
Ramadhan melatih kesabaran seorang hamba terhadap perintah Allah. Ustadz Misbah menjelaskan, umat Islam di Indonesia mungkin tidak begitu merasakan bagaimana sulitnya mengakses masjid sebagaimana umat Islam minoritas di negara lain.
Kemudian kesabaran untuk terus mempelajari dan mendalami agama Islam. Ustadz Misbah mencontohkan bagaimana gigihnya seorang yang ingin bisa membaca Al-Qur'an meskipun terbata-bata.
Baca juga: Ubah Pola Hidup, Siapkan Tubuh agar Fit saat Puasa Ramadhan“Ini gambaran orang beriman yang menunjukkan kesabarannya, bagaimana dia ingin bisa membaca Al-Qur'an dengan lisannya sendiri, matanya sendiri, suaranya sendiri, dan Al-Qur'annya sendiri,” katanya.
Menurutnya, seorang muslim tidak akan mampu melaksanakan ajaran agama Islam tanpa dilandasi kesabaran. Selain dalam menjalankan perintah agama, seorang muslim juga perlu bersabar dalam menjauhi larangan-Nya.
“Di bulan Ramadhan inilah kita dilatih secara intensif kesabarannya melalui aspek zahir lewat puasa dan bathiniah.”
(sof)