Asy-Sya’bi dan Kunci dalam Memahami Ilmu
Muhajirin
Rabu, 23 Maret 2022 - 16:06 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Pakar sejarah Islam, Ustadz Budi Ashari, menilai seseorang tidak mustahil bisa menjadi pakar di berbagai macam bidang keilmuan. Hal tersebut pernah dibuktikan oleh ulama terdahulu.
Budi Ashari mencontohkan sosok Amir bin Syurahbil bin ‘Abd bin Dzi Kibar, atau dikenal Asy-Sya’bi. Beliau merupakan tabi’in yang lahir 6 tahun setelah masa khalifah Umar bin Khattab.
Pada masa beliau, ada satu kebiasaan di kalangan para tabi’in. Mereka tidak berani berceramah atau berkomentar perihal apapun jika ada sahabat nabi. Tapi berbeda dengan Asy-Sya'bi. Dia memiliki majelis ilmu sendiri.
Baca juga: Cara Tepat Menanamkan Adab dan Akidah pada Anak
“Itu karena saking kokohnya ilmu beliau. Dia ulama yang ahli di berbagai bidang ilmu. Untuk mengetahui keahlian beliau maka ditunjukkan ilmu yang beliau tidak ahli, itu yang membuat masyarakat sangat kagum sama beliau. Karena kagum, akhirnya orang bertanya bagaimana bisa menjadi pakar atau ahli di berbagai macam bidang keilmuan,” kata Budi Ashari dalam salah satu tausiahnya di Eraumat TV, dikutip Rabu (23/3/2022).
Asy-Sya’bi merupakan ulama cerdas, memiliki analisa tajam, pemahaman bagus, daya hafal kuat serta ingatan. Untuk mengetahui kecerdasan beliau bisa dilihat dari bidang ilmu yang tidak dikuasai.
Dia pernah berkata, “Aku tidak pernah meriwayatkan suatu disiplin ilmu yang lebih sedikit dari bait-bait syair, namun seandainya aku mau, aku bisa mengucapkan bait-bait syair tersebut selama satu bulan penuh tanpa pengulangan.”
Budi Ashari mencontohkan sosok Amir bin Syurahbil bin ‘Abd bin Dzi Kibar, atau dikenal Asy-Sya’bi. Beliau merupakan tabi’in yang lahir 6 tahun setelah masa khalifah Umar bin Khattab.
Pada masa beliau, ada satu kebiasaan di kalangan para tabi’in. Mereka tidak berani berceramah atau berkomentar perihal apapun jika ada sahabat nabi. Tapi berbeda dengan Asy-Sya'bi. Dia memiliki majelis ilmu sendiri.
Baca juga: Cara Tepat Menanamkan Adab dan Akidah pada Anak
“Itu karena saking kokohnya ilmu beliau. Dia ulama yang ahli di berbagai bidang ilmu. Untuk mengetahui keahlian beliau maka ditunjukkan ilmu yang beliau tidak ahli, itu yang membuat masyarakat sangat kagum sama beliau. Karena kagum, akhirnya orang bertanya bagaimana bisa menjadi pakar atau ahli di berbagai macam bidang keilmuan,” kata Budi Ashari dalam salah satu tausiahnya di Eraumat TV, dikutip Rabu (23/3/2022).
Asy-Sya’bi merupakan ulama cerdas, memiliki analisa tajam, pemahaman bagus, daya hafal kuat serta ingatan. Untuk mengetahui kecerdasan beliau bisa dilihat dari bidang ilmu yang tidak dikuasai.
Dia pernah berkata, “Aku tidak pernah meriwayatkan suatu disiplin ilmu yang lebih sedikit dari bait-bait syair, namun seandainya aku mau, aku bisa mengucapkan bait-bait syair tersebut selama satu bulan penuh tanpa pengulangan.”