home edukasi & pesantren

Asal-Usul Penamaan Ramadhan, Antara Terik Matahari dan Sejuknya Hujan

Kamis, 24 Maret 2022 - 14:00 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Ramadhan merupakan nama bulan dalam sistem kalender hijriah. Terdapat beberapa pendapat yang menjelaskan asal-usul penamaan kata Ramadhan untuk bulan suci tersebut.

Misalnya pendapat Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir mengatakan,

ورمضان مِنْ شِدَّةِ الرَّمْضَاءِ ، وَهُوَ الْحُرُّ ، يُقَالُ رَمِضَتِ الْفِصَالُ : إِذَا عَطِشَتْ

“Kata Ramadhan diambil dari kata ar-Ramdha' (الرَّمْضَاءِ) karena kondisi yang sangat panas. Ar-Ramdha’ artinya panas, seperti dalam kalimat ramidhat al fishaal (anak-anak unta itu kepanasan jika sedang haus).”

Mengutip laman muslim.or.id, ada pula pendapat yang menyebut Ramadhan diambil dari kata Ar-Ramdu (الرمض) artinya batu yang panas karena terkena terik matahari. Saat itu, kewajiban puasa ketika panas yang sangat terik.

Ada juga pendapat Ramadhan diambil dari kata Ar-Ramiidh (الرميض) artinya hujan atau awan yang turun setelah musim panas dan sebagai penanda masuknya musim gugur, sehingga panas hilang.

Al-Azhari, ulama penulis kitab Tahdzib al-Lughah mengatakan, nama Ramadhan diambil dari pernyataan orang Arab (رمضت النصل) yang artinya mengasah tombak dengan dua batu sehingga menjadi tajam.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya