Rahasia Penggunaan Kalimat “Kutiba” di Ayat Puasa Ramadhan
Fajar adhitya
Kamis, 24 Maret 2022 - 21:07 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Surat Al-Baqarah ayat 183 berisi tentang kewajiban berpuasa pada bulan Ramadhan. Ayat tersebut menggunakan kata ‘kutiba’ (كُتِبَ) untuk menggambarkan kewajiban berpuasa bagi orang-orang yang beriman, yakni kutiba ‘alaikumus-ṣiyamu.
Kata kutiba dalam Al-Qur’an dipakai sebanyak 13 kali yang tersebar dalam 11 ayat, yakni Al-Baqarah ayat 178, 180, 183, 216, 246; Ali Imran ayat 154; An-Nisa ayat 77 dan 127; At-Taubah ayat 120-121; dan Al-Hajj ayat 4.
Dalam Surat Al-Baqarah ayat 183, kata ‘kutiba’ bermakan ‘furidha’ (difardhukan), begitu pula pada Surat Al-Baqarah ayat 178, ayat 180, dan surat Al-Baqarah ayat 216. Dalam Tafsir At-Thabari ketika menjelaskan makna كُتِبَ عَلَيْكُمُ (kutiba 'alaykum) adalah diwajibkan atas kalian.
Baca Juga:Mengenal Teknologi untuk Mengamati Hilal Awal Ramadhan
Asal kata kutiba adalah tulisan yang dibaca, diungkapkan di sini maknanya penegasan dan penetapan, artinya diwajibkan dan ditetapkan karena yang ditulis lebih pantas untuk ditetapkan dan dikekalkan.
Dikutip NU Online, Menurut Ibn al-Jawzi, sebagian ulama telah menjelaskan bahwa bentuk pasif kutiba itu dipilih karena biasanya berupa kewajiban yang bersifat memberatkan manusia untuk menjalani kewajiban itu. Misalnya, selain ayat puasa, redaksi kutiba 'alaykum terdapat dalam ayat qishash (QS al-Baqarah: 178).
Berikut tujuh surat dalam Al-Qur’an yang menggunakan kata kutiba (كُتِبَ):
Kata kutiba dalam Al-Qur’an dipakai sebanyak 13 kali yang tersebar dalam 11 ayat, yakni Al-Baqarah ayat 178, 180, 183, 216, 246; Ali Imran ayat 154; An-Nisa ayat 77 dan 127; At-Taubah ayat 120-121; dan Al-Hajj ayat 4.
Dalam Surat Al-Baqarah ayat 183, kata ‘kutiba’ bermakan ‘furidha’ (difardhukan), begitu pula pada Surat Al-Baqarah ayat 178, ayat 180, dan surat Al-Baqarah ayat 216. Dalam Tafsir At-Thabari ketika menjelaskan makna كُتِبَ عَلَيْكُمُ (kutiba 'alaykum) adalah diwajibkan atas kalian.
Baca Juga:Mengenal Teknologi untuk Mengamati Hilal Awal Ramadhan
Asal kata kutiba adalah tulisan yang dibaca, diungkapkan di sini maknanya penegasan dan penetapan, artinya diwajibkan dan ditetapkan karena yang ditulis lebih pantas untuk ditetapkan dan dikekalkan.
Dikutip NU Online, Menurut Ibn al-Jawzi, sebagian ulama telah menjelaskan bahwa bentuk pasif kutiba itu dipilih karena biasanya berupa kewajiban yang bersifat memberatkan manusia untuk menjalani kewajiban itu. Misalnya, selain ayat puasa, redaksi kutiba 'alaykum terdapat dalam ayat qishash (QS al-Baqarah: 178).
Berikut tujuh surat dalam Al-Qur’an yang menggunakan kata kutiba (كُتِبَ):