Jokowi: Pencegahan Stunting Disiapkan Sejak Calon Pengantin
Jaja Suhana
Kamis, 24 Maret 2022 - 19:53 WIB
Presiden RI Joko Widodo. Foto: Langit7
Pencegahan stunting, atau kondisi gagal tumbuh anak akibat kekurangan gizi, tidak hanya dilakukan saat bayi lahir dan berkembang. Tetapi, pencegahan dapat dimulai jauh sebelum seorang anak lahir.
Presiden Joko Widodo mengatakan pencegahan stunting dapat dimulai dari calon pengantin. Hal itu dia sampaikan dalam rangka kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur, (24/3/2022).
"Stunting ini tidak hanya urusan gizi anak tapi dimulai dari calon pengantin. Mereka harus tahu apa yang disiapkan sebelum menikah dan mempunyai anak," ujar Jokowi dalam siaran pers, Kamis (24/3/2022).
Baca juga: Pakar: Tidak Semua Anak Bertubuh Pendek Dianggap Stunting
Jokowi menyampaikan, belum tentu semua pengantin mengetahui bagaimana pencegahan stunting. Meskipun memiliki banyak uang, bila tidak tahu apa yang harus dilakukan bisa keliru dalam pencegahan stunting.
"Perlu pendampingan bagi calon-calon pengantin agar setelah menikah, bisa tahu apa yang harus dilakukan yang berkaitan dengan gizi anak," ujarnya.
lebih lanjut presiden menyampaikan pemerintah akan membuat program pencegahan stunting di daerah-daerah, dengan harapan gizi anak Indonesia terpenuhi. Jokowi menargetkan tercapai 14 persen secara nasional pada 2024.
Presiden Joko Widodo mengatakan pencegahan stunting dapat dimulai dari calon pengantin. Hal itu dia sampaikan dalam rangka kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur, (24/3/2022).
"Stunting ini tidak hanya urusan gizi anak tapi dimulai dari calon pengantin. Mereka harus tahu apa yang disiapkan sebelum menikah dan mempunyai anak," ujar Jokowi dalam siaran pers, Kamis (24/3/2022).
Baca juga: Pakar: Tidak Semua Anak Bertubuh Pendek Dianggap Stunting
Jokowi menyampaikan, belum tentu semua pengantin mengetahui bagaimana pencegahan stunting. Meskipun memiliki banyak uang, bila tidak tahu apa yang harus dilakukan bisa keliru dalam pencegahan stunting.
"Perlu pendampingan bagi calon-calon pengantin agar setelah menikah, bisa tahu apa yang harus dilakukan yang berkaitan dengan gizi anak," ujarnya.
lebih lanjut presiden menyampaikan pemerintah akan membuat program pencegahan stunting di daerah-daerah, dengan harapan gizi anak Indonesia terpenuhi. Jokowi menargetkan tercapai 14 persen secara nasional pada 2024.