Cak Imin Klaim Big Data Miliknya Beda dengan Luhut
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 25 Maret 2022 - 21:35 WIB
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar. (Foto: Antara)
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar mengaku memiliki big data sebagai acuan untuk menunda Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Namun, Cak Imin mengklaim big data miliknya berbeda dengan yang dimiliki Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.
Pria yang akrab disapa Cak Imin itu menjelaskan bahwa big data miliknya hanyalah 100 juta, bukan 110 juta seperti yang diklaim Luhut. "Beda, dia 110 juta, saya 100 juta," ujarCak Iminkepada wartawan, dikutip Jumat (25/3/2022).
Baca Juga:Luhut Klaim Punya Big Data Pemilu 2024 Ditunda, Pengamat: Mustahil
Cak Imin mengaku ide penundaanPemilu2024 ini murni dari idenya sendiri, bukan dari orang lain maupun Luhut. "Ide saya, pure dari saya, enggak ada (dorongan)" kata Cak Imin.
Lebih lanjut, Cak Imin terbuka kemungkinan untuk melakukan diskusi terkait pihak-pihak yang meragukan big data miliknya. "Nanti kita diskusi, kita undang pihak-pihak supaya kita baca bareng," ucapnya.
Baca Juga:Menkominfo Sebut Pemilu 2024 Sudah Memungkinkan E-Voting
Sebelumnya,Luhutmengklaim memiliki big data 110 juta warganet yang meminta supaya Pemilu 2024 ditunda. "Ya pasti adalah, masa bohong," kata Luhut usai acara Kick-off DEWG Presidensi G-20 2022.
Pria yang akrab disapa Cak Imin itu menjelaskan bahwa big data miliknya hanyalah 100 juta, bukan 110 juta seperti yang diklaim Luhut. "Beda, dia 110 juta, saya 100 juta," ujarCak Iminkepada wartawan, dikutip Jumat (25/3/2022).
Baca Juga:Luhut Klaim Punya Big Data Pemilu 2024 Ditunda, Pengamat: Mustahil
Cak Imin mengaku ide penundaanPemilu2024 ini murni dari idenya sendiri, bukan dari orang lain maupun Luhut. "Ide saya, pure dari saya, enggak ada (dorongan)" kata Cak Imin.
Lebih lanjut, Cak Imin terbuka kemungkinan untuk melakukan diskusi terkait pihak-pihak yang meragukan big data miliknya. "Nanti kita diskusi, kita undang pihak-pihak supaya kita baca bareng," ucapnya.
Baca Juga:Menkominfo Sebut Pemilu 2024 Sudah Memungkinkan E-Voting
Sebelumnya,Luhutmengklaim memiliki big data 110 juta warganet yang meminta supaya Pemilu 2024 ditunda. "Ya pasti adalah, masa bohong," kata Luhut usai acara Kick-off DEWG Presidensi G-20 2022.