BRIN Dorong Riset Halal Jadi Industri Nasional
Fajar adhitya
Ahad, 27 Maret 2022 - 07:05 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong riset halal menjadi sebuah industri nasional. Halal harus menjadi standar kelayakan produk secara kualitas maupun substansi.
“Seluruh unsur dari hulu hingga hilir dapat distandarisasi dan semua unsur produk halal dapat terdeteksi secara mudah,” kata Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN Puji Lestari dikutip Ahad (27/3/2022).
Upaya percepatan menuju Indonesia sebagai pusat halal dunia di tahun 2024 terus digiatkan. BRIN telah melakukan berbagai riset mengenai makanan halal.
Baca Juga:Potensi Strategis, BPJPH DorongUIII Jadi International HalalHub
Plt Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Mego Pinandito menyampaikan, BRIN telah menyediakan laboratorium yang dilengkapi dengan instrumen penelitian canggih guna mendukung riset pangan halal di Indonesia. “Setidaknya terdapat tiga fasilitas riset di BRIN yang digunakan untuk melakukan riset deteksi produk halal.
“Ketiganya yaitu fasilitas riset di Cibinong, Serpong, serta Gunung Kidul,” kata Pinandito.
Menurut dia, saat ini banyak industri dari luar negeri yang mengincar pasar Indonesia. Karenanya, Indonesia harus dapat menciptakan metode jaminan halal dan mendorong UMKM bisa mendapatkan sertifikat halal agar produknya dapat menembus pasar domestik dan internasional.
“Seluruh unsur dari hulu hingga hilir dapat distandarisasi dan semua unsur produk halal dapat terdeteksi secara mudah,” kata Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN Puji Lestari dikutip Ahad (27/3/2022).
Upaya percepatan menuju Indonesia sebagai pusat halal dunia di tahun 2024 terus digiatkan. BRIN telah melakukan berbagai riset mengenai makanan halal.
Baca Juga:Potensi Strategis, BPJPH DorongUIII Jadi International HalalHub
Plt Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Mego Pinandito menyampaikan, BRIN telah menyediakan laboratorium yang dilengkapi dengan instrumen penelitian canggih guna mendukung riset pangan halal di Indonesia. “Setidaknya terdapat tiga fasilitas riset di BRIN yang digunakan untuk melakukan riset deteksi produk halal.
“Ketiganya yaitu fasilitas riset di Cibinong, Serpong, serta Gunung Kidul,” kata Pinandito.
Menurut dia, saat ini banyak industri dari luar negeri yang mengincar pasar Indonesia. Karenanya, Indonesia harus dapat menciptakan metode jaminan halal dan mendorong UMKM bisa mendapatkan sertifikat halal agar produknya dapat menembus pasar domestik dan internasional.