home wirausaha syariah

Lulusan S2 Pakistan, Raup Omzet Puluhan Juta dari Usaha Bawang Goreng

Kamis, 29 Juli 2021 - 11:00 WIB
Bawang goreng dalam kemasan botol milik Anshar Zulhelmi. Foto: Instagram @bitatafood
Bawang merah merupakan tanaman yang sangat bermanfaat untuk manusia khususnya dalam masakan.Manfaat bawang merah yang diolah dengan cara digoreng bisa dijadikan MSG atau penyedap alami dalam berbagai jenis masakan.Kandungan dalam bawang merah sendiri juga sangat banyak seperti flavonglikosida yang berguna sebagai antiradang, pembasmi bakteri dan juga menurunkan panas.

Bawang merah juga mengandung manfaat kalsium, protein, lemak baik, fosfor dan beberapa jenis vitamin seperti vitamin B1 dan juga vitamin C. Mengonsumsi bawang merah goreng ataupun berbagai olahan bawang merah lainnya secara teratur juga sangat baik untuk melindungi organ jantung dari berbagai penyakit berbahaya.

Selain bermanfaat untuk kesehatan, bawang goreng juga sangat menjanjikan secara ekonomis. Ini yang dibuktikan muslim asal Aceh, Anshar Zulhelmi yang berhasil meraup omzet hingga puluhan juta rupiah per bulannya. Anshar, melalui usaha Bitata Food, sebenarna menjual beberapa varian produk bumbu dan pelengkap makanan. Namun, ia mengaku saat ini produk bawang goreng yang menjadi best seller di pasaran.

Produk yang tersedia di Bitata Food, antara lain bumbu nasi minyak, bawang merah goreng, bawang putih goreng, keripik kentang, dan stik keju. Harga yang ditawarkan terjangkau. Bumbu nasi minyak ia pasang harga Rp12 ribu, bawang merah goreng Rp35 ribu, bawang putih goreng Rp30 ribu, keripik kentang dan stik keju Rp20 ribu.

“Semua ini sudah dipasarkan ke seluruh Indonesia. Sekarang juga kami punya reseller di beberapa wilayah di Indonesia, di mana reseller tetap kami berada di Jakarta, Bandung, dan Medan,” ujarnya dikanal Youtube Muhammad Hanif Hasballah.

Dari lima produknya itu, bumbu nasi minyak menjadi best seller di awal perkembangan usaha Bitata Food. Seiring berjalannya waktu dan situasi pandemi, produk bawang gorengnya ternyata kian diminati dan memiliki permintaan yang meningkat.

“Aceh kesulitan untuk bahan bawang, sehingga bawangnya mahal. Sedangkan kami, bisa memproses jadi bawang goreng dengan harga terjangkau. Jadi konsumen lebih memilih produk bawang goreng yang sudah jadi. Alhamdulillah kini penjualannya sudah mencapai ribuan botol per bulan,” katanya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
omzet bawang goreng ekonomi ummat aceh
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya