Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Lulusan S2 Pakistan, Raup Omzet Puluhan Juta dari Usaha Bawang Goreng

mahmuda attar hussein Kamis, 29 Juli 2021 - 11:00 WIB
Lulusan S2 Pakistan, Raup Omzet Puluhan Juta dari Usaha Bawang Goreng
Bawang goreng dalam kemasan botol milik Anshar Zulhelmi. Foto: Instagram @bitatafood
LANGIT7.ID, Aceh - Bawang merah merupakan tanaman yang sangat bermanfaat untuk manusia khususnya dalam masakan.Manfaat bawang merah yang diolah dengan cara digoreng bisa dijadikan MSG atau penyedap alami dalam berbagai jenis masakan.Kandungan dalam bawang merah sendiri juga sangat banyak seperti flavonglikosida yang berguna sebagai antiradang, pembasmi bakteri dan juga menurunkan panas.

Bawang merah juga mengandung manfaat kalsium, protein, lemak baik, fosfor dan beberapa jenis vitamin seperti vitamin B1 dan juga vitamin C. Mengonsumsi bawang merah goreng ataupun berbagai olahan bawang merah lainnya secara teratur juga sangat baik untuk melindungi organ jantung dari berbagai penyakit berbahaya.

Selain bermanfaat untuk kesehatan, bawang goreng juga sangat menjanjikan secara ekonomis. Ini yang dibuktikan muslim asal Aceh, Anshar Zulhelmi yang berhasil meraup omzet hingga puluhan juta rupiah per bulannya. Anshar, melalui usaha Bitata Food, sebenarna menjual beberapa varian produk bumbu dan pelengkap makanan. Namun, ia mengaku saat ini produk bawang goreng yang menjadi best seller di pasaran.

Produk yang tersedia di Bitata Food, antara lain bumbu nasi minyak, bawang merah goreng, bawang putih goreng, keripik kentang, dan stik keju. Harga yang ditawarkan terjangkau. Bumbu nasi minyak ia pasang harga Rp12 ribu, bawang merah goreng Rp35 ribu, bawang putih goreng Rp30 ribu, keripik kentang dan stik keju Rp20 ribu.

“Semua ini sudah dipasarkan ke seluruh Indonesia. Sekarang juga kami punya reseller di beberapa wilayah di Indonesia, di mana reseller tetap kami berada di Jakarta, Bandung, dan Medan,” ujarnya dikanal Youtube Muhammad Hanif Hasballah.

Dari lima produknya itu, bumbu nasi minyak menjadi best seller di awal perkembangan usaha Bitata Food. Seiring berjalannya waktu dan situasi pandemi, produk bawang gorengnya ternyata kian diminati dan memiliki permintaan yang meningkat.

“Aceh kesulitan untuk bahan bawang, sehingga bawangnya mahal. Sedangkan kami, bisa memproses jadi bawang goreng dengan harga terjangkau. Jadi konsumen lebih memilih produk bawang goreng yang sudah jadi. Alhamdulillah kini penjualannya sudah mencapai ribuan botol per bulan,” katanya.

Dari usaha yang dijalankannya ini, Anshar mengaku mendapatkan omzet Rp40 hingga Rp60 juta lebih per bulan. Tergantung dari banyaknya penjualan produk yang ia terima dari konsumen.

Ia mengaku mendapatkan pelajaran langsung dari petani, agen, dan pasar. Di mana dalam menjalankan usahanya, Anshar selalu memperhatikan bahan bawang yang terbaik untuk dijadikan bahan olahan.

“Kami juga memberdayakan masyarakat sekitar, seperti ibu rumah tangga untuk memproses olahan bawang. Jadi lebih baik kita tawarkan kerja sama agar bisa lebih produktif. Alhamdulillah kita bisa saling bantu,” katanya.

Menggunakan mesin spinner, produk bawang gorengnya diyakini bisa bertahan 6-8 bulan. Produk bawang goreng Bitata Food ini juga memiliki proses karantina dengan melakukan pemeriksaan data produk, seperti waktu kadaluarsa dan produksi.

“Setelah itu kami serahkan kepada agen pemasaran yang akan disebarkan di Aceh Besar, dan reseller kami,” ujarnya.
Lulusan S2 Pakistan, Raup Omzet Puluhan Juta dari Usaha Bawang Goreng
Perkembagan Awal Bitata Food

Anshar yang menyelesaikan pendidikan S2 Pakistan ini, pada 2017 lalu memutuskan pulang ke Indonesia untuk bekerja. Namun, pekerjaannya saat itu sebagai tenaga pendidik di pondok pesantren dan perguruan tinggi belum mendapatkan penghasilan yang cukup.

Ia memutuskan untuk berjualan. Ia mulai dengan menjual kue Seupet. Tiga bulan menjalankan usahanya, ternyata tidak membuahkan hasil.

Seiring berjalannya waktu, pada Idul Fitri 2017, keluargan Anshar yang memiliki tradisi menyantap masakan nasi minyak, membuatnya berpikir untuk menjalankan usaha dengan produk bumbu nasi minyak. Tapi, nasib baik belum juga berpihak pada Anshar, ia kesulitan dalam soal pemasaran di awal usaha.

Tidak putus asa, Anshar memasarkan produknya dengan berkeliling. Akhirnya, ia menemukan pasar yang tepat dan produknya kian dikenal masyarakat. Memasuki tahun 2018, menjadi waktu yang membahagiakan baginya. Ia yang menikah pada tahun itu diiringi dewi portuna, usaha berjualannya mengalami perkembangan yang pesat.

Bitata merupakan singatan dari biar tambah takwa, yang juga di ambil dari ‘al-batatis’ ketela atau potato yang merupakan bahasa Arab. Sebab dari salah satu produk unggulannya, Bitata Food juga menyediakan keripik kentang.

Anshar menyebutkan, kelamahan pelaku UKM di Aceh adalah tidak pernah memikirkan legalitas dalam usahanya. Hal inilah yang menyulitkan para pelaku usaha ketika masuk pada fase berkembang besar.

“Sebaiknya, ketika kita ingin memajukan suatu usaha, maka selayaknya kita mengurus legalitas. Ini bisa meningkatkan nilai jual. Alhamdulillah Bitata Food merupakan produsen pertama yang mendapatkan sertifikat halal untuk kategori bawang goreng di Aceh,” tuturnya.

Ia mengajak pelaku usaha, untuk tidak saling menjatuhkan, agar bisa terus membangun pelaku usaha Aceh bisa maju bersama. Selain itu, agar tiap pelaku usaha bisa saling memberikan masukan untuk perkembangan usaha.

“Sharing adalah kunci penting, karena dari berbagi kita tidak akan merasa kurang bahkan akan mendapatkan tambahan ilmu, wawasan dan pengalaman. Memulai tidak semudah apa yang kita pikirkan, kalau tidak pernah memulai kita tidak akan pernah tahu apa-apa,” imbuhnya.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)