home wirausaha syariah

Membedah Konsep Dakwah Ritel Islami Tip Top (1)

Selasa, 29 Juni 2021 - 11:00 WIB
Suasana kerja di Swalayan Tip Top.Foto: Istimewa
Swalayan Tip Top dikenal sebagai pusat belanja yang murah dan ramah. Memuaskan hati orang banyak dengan menjalankan sistem usaha yang islami adalah salah satu misi perusahaan yang nampaknya memang dipegang teguh karyawannya.

Pendiri Swalayan Tip Top, Rusman Maamoer memang merancang bisnis ritelnya untuk istiqomah menerapkan ajaran Islam. Baginya, kalau sudah cukup untung 2 sampai 3% untuk apa berambisi meraup 5 atau 10%.



"Setahu saya prinsip dalam Islam itu, carilah pendapatan secukupnya untuk dirimu. Jadi walaupun barangnya halal, tapi kalau harganya mahal, bagi saya tidak baik, dan tidak islami juga jadinya," ujar Rusman dalam laporan Majalah Tarbawi, Edisi 16, 31 Januari 2001.

Website resmi Swalayan Tip Top dalam bagian “Komitmen” menuliskan bahwa setiap toko mereka hanya menyediakan barang-barang halal tur murah. Ternyata dasar islami ini mendapat respon positif dari masyarakat.

Allah menjanjikan akan melapangkan kesusahan seorang muslim di hari kiamat, apabila melapangkan kesusahan sesama muslim di dunia. Sebagaimana hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, yakni, “Barangsiapa melapangkan seorang mukmin dari salah satu kesusahan dunia, maka Allah akan melapangkannya dari salah satu kesusahan di hari kiamat” (HR Muslim).

Pada 1979, Rusman mendirikan Tip Top pertamanya di lahan seluas 400 meter persegi di bilangan Rawamangun, Jakarta Timur. Kelak, Tip Top dikenal sebagai landmark Rawamangun sebagaimana Gelael Swalayan yang dikenal sebagai landmark Tebet, Jakarta Selatan dalam obrolan masyarakat urban.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
wirausaha syariah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya