Lounge In The Sky Indonesia, Tawarkan Makan Malam Diatas Ketinggian
Hasanah syakim
Rabu, 30 Maret 2022 - 20:16 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno berbincang sembari menikmati ketinggian di Jakarta. (foto: Kemenparekraf)
Kehadiran Lounge In The Sky Indonesia menjadi sebuah inovasi dalam menawarkan destinasi wisata baru dan kekinian di Jakarta.
Lounge In The Sky menghadirkan pemandangan malam langit Jakarta dengan menyantap makan malam di ketinggian 50 meter.
Menggelar makan malam diatas ketinggian sebenarnya sudah menjadi tren di 67 negara. Di Jakarta, kesempatan untuk makan malam diatas ketinggian 50 meter ini ada di Lounge In The Sky Indonesia.
"Salah satu keindahan yang belum tereksplorasi yaitu Jakarta Skyline ini kita perlihatkan di destinasi dinner in the sky yang hadir di Jakarta," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno dalam keterangan persnya dikutip Rabu (30/3/20220).
Baca juga:Tradisi Padusan jadi Ajang Rekreasi Millenial Jelang Ramadhan
Sandiaga mengatakan kehadiran destinasi wisata baru ini bisa membuka kesempatan kerja dan menghidupkan perekonomian. Namun, keselamatan tetap harus menjadi prioritas.
“Perlu ada pembinaan bagi pengelola atraksi ini, terutama sehubungan dengan protokol kesehatan dan protokol keselamatan,” kata Sandiaga.
Lounge In The Sky menghadirkan pemandangan malam langit Jakarta dengan menyantap makan malam di ketinggian 50 meter.
Menggelar makan malam diatas ketinggian sebenarnya sudah menjadi tren di 67 negara. Di Jakarta, kesempatan untuk makan malam diatas ketinggian 50 meter ini ada di Lounge In The Sky Indonesia.
"Salah satu keindahan yang belum tereksplorasi yaitu Jakarta Skyline ini kita perlihatkan di destinasi dinner in the sky yang hadir di Jakarta," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno dalam keterangan persnya dikutip Rabu (30/3/20220).
Baca juga:Tradisi Padusan jadi Ajang Rekreasi Millenial Jelang Ramadhan
Sandiaga mengatakan kehadiran destinasi wisata baru ini bisa membuka kesempatan kerja dan menghidupkan perekonomian. Namun, keselamatan tetap harus menjadi prioritas.
“Perlu ada pembinaan bagi pengelola atraksi ini, terutama sehubungan dengan protokol kesehatan dan protokol keselamatan,” kata Sandiaga.