Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 03 Mei 2026
home masjid detail berita

Menatap Hakikat Dunia yang Fana di Tengah Kemegahan Modern

miftah yusufpati Ahad, 03 Mei 2026 - 05:00 WIB
Menatap Hakikat Dunia yang Fana di Tengah Kemegahan Modern
Kesadaran akan kefanaan dunia bukanlah bentuk keputusasaan, melainkan sebuah instrumen navigasi moral. Ilustrasi: decoruma
LANGIT7.ID-Hiruk pikuk kota metropolitan pada akhir pekan sering kali membuat manusia lupa pada hakikat hidup yang sebenarnya. Pusat perbelanjaan kelas atas dipadati oleh mereka yang sibuk memburu perhiasan, pakaian rancangan desainer, hingga kendaraan mewah keluaran terbaru. Pemandangan ini seolah menjadi representasi sempurna dari apa yang telah lama diperingatkan oleh kitab suci tentang dunia yang fana. Segala kemegahan tersebut hanyalah panggung sandiwara yang melalaikan manusia dari tujuan penciptaan mereka yang sesungguhnya. Di balik gedung-gedung pencakar langit, ada kehidupan yang terus berkejaran tanpa ujung.

Hakikat dunia ini, yaitu fana dan sementara, menjadi kajian yang tidak pernah usang untuk direnungkan dari masa ke masa. Allah Azza wa Jalla mengingatkan semua manusia tentang hal ini di dalam banyak tempat di dalam al-Qur'an, antara lain firman Allah:

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Artinya: Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak. Seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (Surat al-Hadid ayat 20).

Dalam Tafsir Ruhul Maani jilid 20 halaman 335, Imam al-Alusi rahimahullah memberikan penjelasan analitis yang sangat mendalam mengenai ayat tersebut. Menurut beliau, setelah menjelaskan keadaan dua kelompok manusia, Allah Azza wa Jalla menjelaskan keadaan kehidupan kelompok orang kafir yang merasa tenteram dengan dunia.

Imam al-Alusi menjabarkan bahwa kehidupan dunia termasuk perkara kecil yang tidak akan membuat orang berakal condong kepadanya. Beliau mendefinisikan dunia sebagai permainan yang tidak ada hasilnya kecuali rasa lelah, suatu yang melalaikan dari perkara yang bermanfaat, serta perhiasan yang tidak menghasilkan kemuliaan hakiki.

Beralih pada perspektif literatur klasik Islam, Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulum al-Din juga mengupas tuntas bahaya tipu daya dunia. Menurut al-Ghazali, dunia dapat menjadi sarana yang baik jika digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Namun, jika dunia menjadi tujuan akhir, ia akan berubah menjadi racun yang mematikan jiwa manusia. Pandangan ini sejalan dengan riwayat dari Said bin Jubair yang mengatakan bahwa dunia adalah kesenangan yang menipu jika melalaikan manusia dari mencari akhirat, namun menjadi sebaik-baik kesenangan jika mengajak manusia mencari keridhaan Allah.

Dari sudut pandang sosiologi modern, kita dapat melihat konsep kefanaan ini melalui lensa sosiolog Zygmunt Bauman dalam bukunya Liquid Modernity. Bauman menjelaskan bahwa masyarakat modern berada dalam fase di mana segala sesuatu bersifat sementara dan cepat berlalu. Masyarakat modern terus-menerus mencari kepuasan instan yang tidak pernah memuaskan secara utuh. Keinginan untuk terus mengumpulkan harta dan menimbun status sosial yang berlebihan menunjukkan kerapuhan manusia modern dalam menghadapi kefanaan hidup.

Menutup refleksi ini, kesadaran akan kefanaan dunia bukanlah bentuk keputusasaan, melainkan sebuah instrumen navigasi moral. Memahami bahwa dunia ini fana adalah kunci untuk mencapai ketenangan batin. Pemahaman ini mendorong manusia untuk lebih bijak dalam mengelola kekayaan dan waktu yang mereka miliki, menjadikannya sarana untuk meraih ampunan dan keridhaan Allah Azza wa Jalla. Dunia yang sementara haruslah diisi dengan amal dan kebaikan yang membawa manfaat abadi di masa depan.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 03 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)