Trensains, Pesantren Berbasis Sains Kolaborasi Muhammadiyah dan NU
Redaksi
Kamis, 16 September 2021 - 09:57 WIB
SMA Trensains Tebuireng Jombang (sumber: Tebuireng Online)
Ada banyak jenis pesantren di Indonesia, salah satunya adalah Trensains yang menjadi model pesantren baru.Trensains adalah singkatan dari Pesantren Sains yang merupakan sintesis dari pesantren dan sekolah umum bidang sains.
Sebagai lembaga setingkat SMA, Pesantren Sains atau SMA Trensains fokus pada pemahaman Al-Quran, sains kealaman (natural science) dan korelasi antara keduanya. Ciri khas Trensains ada pada korelasi dan interaksi antara Islam dan sains, sekaligus pembeda dengan Pesantren Modern pada umumnya.
SMA Trensains hari ini telah berdiri di Sragen Jawa Tengah yakni SMA Trensains Muhammadiyah Sragen dan di Pesantren Tebuireng Jombang yakni SMA Trensains Tebuireng Jombang. Dengan kolaborasi lintas ormas antara para tokoh Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama yakni Prof. Agus Purwanto, D.Sc , Prof. Imam Suprayogo dan KH Salahuddin Wahid.
Berdirinya lembaga pendidikan ini dilatarbelakangi adanya keinginan luhur untuk mencetak generasi yang unggul dalam bidang sains kealaman, yaitu generasi yang dapat menjadikan Al-Qur'an sebagai basis epistemologi dalam pengembangan sains, dan juga generasi yang memiliki kedalaman filosofis serta keluhuran akhlak.
Lembaga pendidikan ini menerapkan konsep “Trensains” dalam penyelenggaraan pendidikannya. Trensains merupakan konsep pesantren yangdisintesakandenganSekolah Menengah Umumyang bertujuan untuk mengkaji sains kealaman secara mendalam, baik melalui pembelajaran, penelitian ilmiah maupun percobaan-percobaan ilmiah yang mengacu pada 800 ayat kauniyah.
Sementara itu, dilihat dari konsep sekolah, lembaga pendidikan ini merupakan sekolah yang tidak menggabungkan materi pesantren dengan ilmu umum sebagaimana pesantren modern. Trensains mengambil kekhususan pada pemahaman Al Qur'an, Al Hadist, dan Sains kealaman (natural science)sertainteraksinya.
Sebagai konseptor kurikulum, Prof. Agus Purwanto, D.Sc mengimplementasikan lembaga pendidikan SMA Trensains ini dengan gagasan berkonsep islamisasi ilmu kontemporer dengan menempatkan ayat-ayat Al Qur’an sebagai sumber ilmu pengetahuan.
Sebagai lembaga setingkat SMA, Pesantren Sains atau SMA Trensains fokus pada pemahaman Al-Quran, sains kealaman (natural science) dan korelasi antara keduanya. Ciri khas Trensains ada pada korelasi dan interaksi antara Islam dan sains, sekaligus pembeda dengan Pesantren Modern pada umumnya.
SMA Trensains hari ini telah berdiri di Sragen Jawa Tengah yakni SMA Trensains Muhammadiyah Sragen dan di Pesantren Tebuireng Jombang yakni SMA Trensains Tebuireng Jombang. Dengan kolaborasi lintas ormas antara para tokoh Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama yakni Prof. Agus Purwanto, D.Sc , Prof. Imam Suprayogo dan KH Salahuddin Wahid.
Berdirinya lembaga pendidikan ini dilatarbelakangi adanya keinginan luhur untuk mencetak generasi yang unggul dalam bidang sains kealaman, yaitu generasi yang dapat menjadikan Al-Qur'an sebagai basis epistemologi dalam pengembangan sains, dan juga generasi yang memiliki kedalaman filosofis serta keluhuran akhlak.
Lembaga pendidikan ini menerapkan konsep “Trensains” dalam penyelenggaraan pendidikannya. Trensains merupakan konsep pesantren yangdisintesakandenganSekolah Menengah Umumyang bertujuan untuk mengkaji sains kealaman secara mendalam, baik melalui pembelajaran, penelitian ilmiah maupun percobaan-percobaan ilmiah yang mengacu pada 800 ayat kauniyah.
Sementara itu, dilihat dari konsep sekolah, lembaga pendidikan ini merupakan sekolah yang tidak menggabungkan materi pesantren dengan ilmu umum sebagaimana pesantren modern. Trensains mengambil kekhususan pada pemahaman Al Qur'an, Al Hadist, dan Sains kealaman (natural science)sertainteraksinya.
Sebagai konseptor kurikulum, Prof. Agus Purwanto, D.Sc mengimplementasikan lembaga pendidikan SMA Trensains ini dengan gagasan berkonsep islamisasi ilmu kontemporer dengan menempatkan ayat-ayat Al Qur’an sebagai sumber ilmu pengetahuan.