KH Cholis Nafis: Ramadhan adalah Madrosatun Insaniyyun
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 01 April 2022 - 12:02 WIB
Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis. Foto: Istimewa
Ramadhan merupakan momen bagi umat Islam di dunia untuk meraup banyak pahala. Sebab, di bulan penuh berkah dan ampunan ini setiap perbuatan baik dilipatgandakan pahalanya.
Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis mengatakan Ramadhan adalah momen untuk memanen pahala. Ia mengibaratkan bagi yang tidak memaksimalkan ibadah dan kebaikan di bulan ini, seperti tikus yang mati di lumbung padi.
Baca juga: KH Cholil Nafis: Haji di Metaverse Tidak Sah!
“Jangan sampai kita melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan apalagi tidak mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebagaimana kata pepatah, bagaikan tikus yang mati di lumbung padi, ” ujar Kiai Cholil, dalam Syiar Islam dan Tarhib Ramadhan 1443 di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Kamis (31/3/2022).
Menurut Kiai Cholil, Ramadhan adalah barometer keimanan seorang Muslim. Jika ia menyambut bulan suci ini dengan rasa senang, bahagia, dan sukacita, artinya kondisi keimanannya sedang baik. Begitu pun sebaliknya yang menandakan keimanan seorang Muslim dalam kondisi rapuh.
“Kebahagiaan dalam menyambut bulan Ramadhan adalah wasilah (sarana) kita kembali pada kemanusian yang sejati, ” kata Kiai Cholil seperti dikutip Jumat (1/4/2022).
Kiai Cholil menyampaikan bahwa Ramadhan adalah balai latihan kemanusiaan atau madrosatun insaniyyun. Momen dimana seorang Muslim kembali ke fitrah sebagai manusia yang sejati dan waras.
Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis mengatakan Ramadhan adalah momen untuk memanen pahala. Ia mengibaratkan bagi yang tidak memaksimalkan ibadah dan kebaikan di bulan ini, seperti tikus yang mati di lumbung padi.
Baca juga: KH Cholil Nafis: Haji di Metaverse Tidak Sah!
“Jangan sampai kita melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan apalagi tidak mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebagaimana kata pepatah, bagaikan tikus yang mati di lumbung padi, ” ujar Kiai Cholil, dalam Syiar Islam dan Tarhib Ramadhan 1443 di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Kamis (31/3/2022).
Menurut Kiai Cholil, Ramadhan adalah barometer keimanan seorang Muslim. Jika ia menyambut bulan suci ini dengan rasa senang, bahagia, dan sukacita, artinya kondisi keimanannya sedang baik. Begitu pun sebaliknya yang menandakan keimanan seorang Muslim dalam kondisi rapuh.
“Kebahagiaan dalam menyambut bulan Ramadhan adalah wasilah (sarana) kita kembali pada kemanusian yang sejati, ” kata Kiai Cholil seperti dikutip Jumat (1/4/2022).
Kiai Cholil menyampaikan bahwa Ramadhan adalah balai latihan kemanusiaan atau madrosatun insaniyyun. Momen dimana seorang Muslim kembali ke fitrah sebagai manusia yang sejati dan waras.