Sosok Siti Latifah Herawati Diah, Jurnalis Hebat asal Indonesia
Mahmuda attar hussein
Ahad, 03 April 2022 - 14:05 WIB
Google doodle hari ini mengangkat sosok Siti Latifah Herawati Diah. (Foto: Istimewa).
Google doodle hari ini mengangkat sosok Siti Latifah Herawati Diah. Perempuan yang lahir pada 3 April 1917 ini merupakan jurnalis hebat asal Indonesia.
Hari ini, Ahad (3/4/2021) merupakan peringatan hari kelahiran Siti Latifah Herawati ke-105. Wanita yang lahir asal Tanjung Pandan Belitung ini meninggal pada 30 September 2016.
Siti Latifah Herawati merupakan salah satu orang yang ikut mendirikan The Indonesian Observer, surat kabar berbahasa Inggris pertama di Indonesia pada 1955.
Baca Juga: Perempuan Jadi Pencari Nafkah Utama, Lelaki Harus Keluarkan Upaya Optimal
Melansir Antaranews, Perempuan yang akrab disapa Herawati ini mengenyam pendidikan dan belajar jurnalisme di Barnard College di New York. Ia adalah wanita pribumi pertama lulusan universitas Amerika Serikat pada 1939.
Sebelum pergi ke AS, Herawati terlebih dahulu menempuh pendidikan di Europeesche Lagere School (ELS) di Salemba, Jakarta dan American High School di Tokyo, Jepang.
Setelah lulus dari AS, ia kembali ke Indonesia pada tahun 1942, tak lama sebelum Revolusi Nasional Indonesia berlangsung, dan menjadi reporter untuk newswire United Press International (UPI).
Hari ini, Ahad (3/4/2021) merupakan peringatan hari kelahiran Siti Latifah Herawati ke-105. Wanita yang lahir asal Tanjung Pandan Belitung ini meninggal pada 30 September 2016.
Siti Latifah Herawati merupakan salah satu orang yang ikut mendirikan The Indonesian Observer, surat kabar berbahasa Inggris pertama di Indonesia pada 1955.
Baca Juga: Perempuan Jadi Pencari Nafkah Utama, Lelaki Harus Keluarkan Upaya Optimal
Melansir Antaranews, Perempuan yang akrab disapa Herawati ini mengenyam pendidikan dan belajar jurnalisme di Barnard College di New York. Ia adalah wanita pribumi pertama lulusan universitas Amerika Serikat pada 1939.
Sebelum pergi ke AS, Herawati terlebih dahulu menempuh pendidikan di Europeesche Lagere School (ELS) di Salemba, Jakarta dan American High School di Tokyo, Jepang.
Setelah lulus dari AS, ia kembali ke Indonesia pada tahun 1942, tak lama sebelum Revolusi Nasional Indonesia berlangsung, dan menjadi reporter untuk newswire United Press International (UPI).