LANGIT7.ID - , Jakarta - Di Indonesia umum ditemui pemikiran bahwa lelaki bertanggung mencari nafkah keluarga, sementara perempuan alangkah baiknya dirumah untuk mengurus rumah dan anak. Namun, seiring perkembangan zaman, anggapan tersebut perlahan mulai bergeser.
Koordinator Nasional Aliansi Laki-laki Baru, Saeroni mengatakan tidak masalah jika perempuan yang mencari nafkah sebagai pengganti pencarian nafkah utama. Menurut Roni, mencari nafkah merupakan tanggungjawab bersama, asalkan kedua belah pihak tetap menjaga keseimbangan.
Baca juga: Gus Mus: Menafkahi Keluarga Merupakan Sedekah"Akan tetapi, jika itu terjadi dengan diikuti oleh sifat malas pasangan, ini yang menjadi masalah. Lelaki juga harus mengeluarkan
effort optimalnya," ujar Roni dalam acara Work Life Balance, Kamis (17/3/2022).
Kuncinya di sini, Roni menambahkan, bagaimana seorang manusia baik lelaki maupun perempuan menggunakan potensi yang dimilikinya untuk membuat kebaikan atau menjawab masalah-masalah yang dihadapi, bukan melempar ke orang lain.
"Nah, jika karena situasi dan kondisi tertentu kemudian perempuan lebih berpeluang untuk mencari nafkah, lalu lelaki peluangnya lebih kecil, maka lelaki mestinya mengambil tanggungjawab yang lain, yang porsinya tidak kalah besar dengan perempuan," ungkapnya.
"Misal dengan melakukan pekerjaan rumah, sehingga keseimbangan tanggungjawabnya terwujud," lanjut Roni.
Menurut Roni, akan jadi masalah besar jika keseimbangan tanggungjawab itu tidak terwujud, sebab hal tersebut berkaitan dengan kesetaraan.
Baca juga: Ketika Istri Bekerja, Apakah Suami Masih Wajib Menafkahi? Begini Pandangan Islam"Kesempatan dalam mengoptimalkan diri dan menjawab tantangan keluarga yang dimiliki termasuk mengambil tanggungjawab dan kesempatan untuk melakukan hal terbaik untuk menjawab masalah yang ada di dalam keluarga," pungkasnya.
(est)