LANGIT7.ID, Jakarta - Dalam rumah tangga, ada kewajiban masing-masing anggota keluarga yang harus dilaksanakan. Istri berkewajiban berbakti kepada suami, sedangkan suami berkewajiban memimpin keluarga dengan baik dan mencukupi kebutuhan istri dan anak-anaknya, yakni menafkahinya.
Mencari nafkah merupakan kewajiban bagi seorang suami, sebagaimana difirmankan Allah dalam Al-Qur'an:
وَعَلَى الْمَوْلُوْدِ لَهٗ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِۗ
Artinya: "...,dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut,.." (QS. Al-Baqarah: 233).
Baca Juga: Desa Wisata Kaki Langit Mangunan, Suguhkan Suasana Pedesaan Tempo DuluMenurut Gus Mus, seorang suami yang menafkahi istri dan anak-anaknya merupakan sedekah. Ia akan diganjar dengan pahala melaksanakan kewajiban menafkahi keluarga, dan mendapatkan bonus pahala sedekah.
Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud, Rasulullah SAW, bersabda: Nafaqatu rajuli 'ala ahlihi sadaqah. Nafkahnya seorang pria atas keluarganya/ istrinya itu sedekah. (Al hadis).
"Sudah menjadi tanggung jawab sebagai seorang laki-laki untuk menafkahi, sekaligus mendapatkan pahala sedekah, jadi pahalanya jadi dobel," kata Gus Mus, dikutip dari GusMus Channel, Kamis (10/2/2022).
Baca Juga: Sadio Mane, Si Anak Masjid yang DermawanMenurut dia, kebaikan berlipat melalui satu amalan seperti memberikan nafkah kepada keluarga juga banyak dalam Islam. Semua tergantung kepada niatnya.
"Innamal 'amalu binniyat, wainnama likurim riim manawa. Sesungguhnya segala perbuatan itu disertai dengan niat, dan segala perkara tergantung apa yang diniatkan,...." (HR Bukhari Muslim).
Gus Mus mengajarkan, apabila seseorang memiliki profesi sebagai guru agama, bila niatnya betul maka ia akan mendapatkan dua kebaikan. Yakni pahala mengajar atau mendakwahkan agama, sekaligus mendapatkan honor atau gaji. Namun apabila niatnya mengajar hanya untuk mendapatkan honor atau gaji, maka itu saja yang akan ia dapatkan.
Baca Juga: Saifuddin Zuhri: Suami-Istri Boleh Jaga Aib untuk Keutuhan Rumah Tangga"Sama seperti orang di pasar, sama-sama berdagang, tapi yang satu niatnya hanya dagang saja mencari untung, yang satu niatnya mencari nafkah buah anak istri," katanya.
"Keduanya berbeda, yang untungnya banyak adalah orang kedua, untung dagangannya dan juga untuk pahala mencari nafkah buat keluarga," lanjutnya.
Baca Juga: Omicron Picu Ganggungan Psikosomatik, Pakar UI: Jangan Sepelekan(zhd)