Desa Wisata Kaki Langit Mangunan, Suguhkan Suasana Pedesaan Tempo Dulu
hasanah syakimKamis, 10 Februari 2022 - 06:35 WIB
Keindahan alam di Desa Wisata Kaki Langit Mangunan, Bantul (foto: instagram/ @kakilangitmangunan)
LANGIT7.ID, Bantul - Desa Wisata Kaki Langit Mangunan menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat Mangunan, terutama dalam bidang kepariwisataan. Desa wisata ini dikembangkan melalui hasil musyawarah berbagai tokoh masyarakat sekitar.
Desa Wisata Kaki Langit Mangunan terbentuk pada 9 Maret 2014 ketika pembahasan Desa Wisata dirasa penting terutama bagi masyarakat di wilayah Bantul Timur, Yogyakarta. Desa ini unik, karena menyuguhkan suasana tempo dulu.
Nama Kaki Langit diambil dari penggabungan dua kata yaitu kaki dan langit. Kaki mengandung arti alat untuk bergerak, dan seberat apapun beban yang ditanggung maka kaki harus tetap melangkah. Sedangkan langit merupakan tempat yang tidak terbatas antara luas dan jaraknya. Sehingga kata Kaki Langit memiliki makna bahwa Desa Wisata Kaki Langit diharapkan mampu menggerakan, dan meningkatkan kualitas hidup tanpa batas ruang dan waktu.
Dengan terciptanya Desa Wisata Kaki Langit menjadi sebuah peluang baru bagi masyarakatnya sebagai sumber pendapatan, dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan, hingga tercapainya kesejahteraan.
Sinergisitas masyarakat dalam membangun Desa Wisata Kaki Langit yang dilakukan secara bahu-membahu dari semua elemen, guna mengembangkan potensi desa agar terwujudnya desa wisata dengan beragam keunggulan yang ditawarkan seperti arena hiburan, dan spot swafoto menarik.
Sinergi antara lembaga, masyarakat, dan tokoh masyarakat yang kemudian bersama menggali potensi sumber daya alam, manusia, serta budaya tradisi dari seluruh aktivitas didalamnya. Hal tersebut menjadi modal utama yang dipupuk sedemikian rupa supaya menjadi sebuah konsep pemberdayaan bagi masyarakatnya.
Desa Wisata Kaki Langit berada di Dusun Cempuk Desa Mangunan Kabupaten Bantul, Yogyakarta, dan telah mengantongi sertifikasi CHSE.
Desa Wisata Kaki Langit secara maksimal mengembangkan potensi masyarakatnya dengan menyediakan beragam kegiatan, atau aktivitas masyarakat sebagai peluang usaha. Wisatawan yang berkunjung ke desa wisata ini akan merasakan beragam aktivitas kegiatan masyarakat.
Berikut ini beberapa aktivitas yang bisa Sahabat Langit7 lakukan bilamana bertandang ke Desa Wisata Kaki Langit, antara lain:
1. Menikmati Suasana Tempo Dulu
Nuansa tempo dulu menjadi salah satu keunggulan destinasi wisata yang ditawarkan dengan didesain hingga tercipta suasana tempo dulu dengan menerapkan aksen tradisional, tradisi Jawa yang diterapkan begitu kental mulai dari pakaian, makanan, hingga suasana pedesaan. Hamparan luasnya sawah yang berbaur dengan sejuknya udara pedesaan membuat para wisatawan diajak untuk kembali ke tempo dulu, serta berbagai aren hiburan dan spot swafoto tersedia menambah daya tarik desa wisata ini.
Sahabat Langit7 tidak perlu mengeluarkan biaya masuk kawasan Desa Wisata Kaki Langit karena memang masyarakat sekitar tidak mematok tarif khusus untuk masuk, para wisatawan cukup mengeluarkan biaya parkir sekitar Rp2 ribu untuk motor serta Rp5 ribu untuk mobil. Belum ada kendaraan umum untuk menuju lokasi ini jadi disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi, butuh sekitar 41 menit dari pusat Kota Yogyakarta untuk sampai dengan jarak kurang lebih 20,1 km.
Sahabat Langit7 bisa mencicipi beragam sajian kuliner tradisional yang disediakan atas gagasan Generasi Pesona Indonesia (GenPi) Yogyakarta, Pasar Kaki Langit dibuat atas kreativitas anak muda GenPi dengan menyediakan beragam sajian kuliner tradisional. Pasar Kaki Langit sendiri memiliki kurang lebih 12 lapak yang menjual makanan tradisional Indonesia terutama makanan tradisional khas dari Yogyakarta.
Sahabat Langit7 bisa mencoba kuliner tradisional seperti gudeg manggar, thiwul, kicak, cemplon, sayur bobor, sayur jambu mete, sambel terong, sambel bawang, sayur lompong, bledak, gudangan, pecel, sambel jenggot, sayur oyok-oyok, mie lethek, dan berbagai kudapan tradisional lainnya.
Sahabat Langit7 bisa berkunjung ke Pasar Kaki Langit ini dengan datang pada pagi hari, pasar ini dibuka dari pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.
Hal unik bisa Sahabat Langit7 rasakan bila bertandang ke pasar ini karena Pasar Kaki Langit tidak menerima sistem pembayaran yang berlaku pada umumnya, akan tetapi pasar ini menggunakan koin kayu yang telah disediakan sebagai alat pembayaran ketika berbelanja.
Ide kreatif ini terinspirasi dari sistem pembayaran pada zaman Majapahit Sahabat Langit7 tidak perlu bingung untuk mendapatkan kion dan cara mengunakannya karena pihak pasar akan mengajarkannya kepada pengunjung yang datang ke Pasar Kaki Langit ini.
Beragam daya tarik destinasi wisata dan fasiitas arena yang tersedia membuat untuk menikmati desa wisata ini tak cukup hanya dengan satu hari saja, jika Sahabat Langit7 ingin menikmati keunikan desa wisata lebih lama Sahabat Langit7 bisa memesan untuk menginap di salah satu homestay.
Desa Wisata Kaki Langit memiliki sekitar 27 homestay dengan 65 kamar, homestay berkonsep rumah tradisional limasan dan joglo ditawarkan mulai dari harga Rp150 ribu per malam, dengan kapasitas dua orang tanpa fasilitas toilet di dalamnya. Dan Rp200 ribu per malam untuk homestay dengan toilet
Selain itu, Sahabat Langit7 bisa menggunakan jeep yang tersedia untuk menjelajahi Desa Wisata Kaki Langit, tak hanya menginap para wisatawan bisa mengikuti segala aktivitas masyarakat mulai dari memasak dengan cara tradisional, hingga ikut bertani di sawah, merasakan edukasi pertanian, hingga belajar seni dan budaya.
Salah satu hiburan yang akan dirasakan para wisatawan etika berkunjung ke Desa Wisata Kaki Langit para wisatawan akan dihibur dengan pertunjukan kesenian tradisional yang tersedia seperti Gejog Lesung, Tarian Budi Astuti, Cokean, Tarian Gambyong, dan lainnya. Ketika pertunjukan berlangsung para pemain akan mengajak para wisatawan untuk ikut bermain dalam pertunjukan bersama warga sekitar.
Membeli oleh-oleh untuk teman, keluarga dan kerabat terdekat menjadi hal yang tidak boleh tertinggal, sebagaian besar masyarakat desa wisata ini berprofesi sebagai pengrajin kayu, berbagai furnitur hingga souvenir seperti pigura atau bingkai, meja-kursi, dan kap lampu.
Tak hanya itu, kerajinan tangan dari bubut kayu yang berupa asbak dan mangkuk merupakan hasil kerajianan yang kerap dijajakan di Pasar Kaki Langit. Selain itu, warga sekitar memiliki wisata edukasi seperti pembatan jamu tradisional, edukasirumah limas, aneka kriya dan berbagai kerajinan tangan lainnya.
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”