Fikri Ungkap Pengalaman Pertama Berpuasa di Luar Negeri
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 04 April 2022 - 23:05 WIB
Pasangan ganda putra Indonesia, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri. (Foto: Humas PP PBSI)
Pebulutangkis putra Indonesia, Muhammad Shohibul Fikri harus menjalani bulan Ramadhan di Korea Selatan. Hal itu lantaran tim bulu tangkis Indonesia sedang bersiap tampil di turnamen Korea Open yang berlangsung pada 5-10 April di Kota Suncheon.
Tim Indonesia sudah tiba di Korea sejak Kamis (31/3) lalu. Adapun turnamen ini menjadi yang keempat diikuti Indonesia selama lima pekan terakhir.
Baca Juga:Pelatih Leicester City Ungkap Tantangan Bermain saat Ramadhan
Fikri pun menceritakan suasana awal puasa di Negeri Gingseng tersebut. Meski terlihat seperti hari-hari biasanya, namun Fikri mengaku cukup kesulitan saat hendak makan sahur.
"Suasana awal Ramadhan di Korea seperti hari-hari biasa saja. Tidak seperti di Indonesia terdapat suasana khas bulan Ramadhan," ungkap Fikri seperti dilansir dari laman PP PBSI, Senin (4/4).
"Kesulitannya kita malamnya sebelum tidur harus membeli makanan dulu untuk persiapan sahur. Tidak seperti di rumah atau di asrama yang sudah disediakan," lanjutnya.
Baca Juga:Undian Piala Thomas dan Uber 2022: Indonesia Masuk Grup Berat
Tim Indonesia sudah tiba di Korea sejak Kamis (31/3) lalu. Adapun turnamen ini menjadi yang keempat diikuti Indonesia selama lima pekan terakhir.
Baca Juga:Pelatih Leicester City Ungkap Tantangan Bermain saat Ramadhan
Fikri pun menceritakan suasana awal puasa di Negeri Gingseng tersebut. Meski terlihat seperti hari-hari biasanya, namun Fikri mengaku cukup kesulitan saat hendak makan sahur.
"Suasana awal Ramadhan di Korea seperti hari-hari biasa saja. Tidak seperti di Indonesia terdapat suasana khas bulan Ramadhan," ungkap Fikri seperti dilansir dari laman PP PBSI, Senin (4/4).
"Kesulitannya kita malamnya sebelum tidur harus membeli makanan dulu untuk persiapan sahur. Tidak seperti di rumah atau di asrama yang sudah disediakan," lanjutnya.
Baca Juga:Undian Piala Thomas dan Uber 2022: Indonesia Masuk Grup Berat