Pemerintah Gencarkan Vaksinasi Usai Shalat Tarawih
Hasanah syakim
Senin, 04 April 2022 - 20:04 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Menteri Koordinasi bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan melakukan vaksinasi Covid-19 di rumah-rumah ibadah setelah salat Tarawih.
Langkah ini dilakukan guna mendorong kemudahan bagi masyarakat dalam pelaksanaanvaksinasi sebagai syarat mudik lebaran 2022.
“Pemerintah berencana menggencarkan pelaksanaan vaksinasi setelah salat Tarawih dan di tempat publik lainnya seperti stasiun, bandara, terminal bus, pusat keramaian, dan tempat-tempat pelaksanaan mudik bersama," kata Luhut dalam keterangan pers Senin (4/4/2022).
Baca juga:MUI Imbau Percepat Vaksinasi Booster Agar Mudik Aman
Menurutnya, peningkatan kemudahan bagi masyarakat dalam menjangkau gerai-gerai vaksinasi tersebut menjadi langkah penting sebagai upaya Pemerintah dalam menjaga momentum baik situasi pandemi Covid-19 di Indonesia.
“Saat ini situasi pandemi Covid-19 varian omicron relatif terkendali dengan penurunan kasus harian sebesar 97 persen dibandingkan titik puncak, kasus aktif nasional turun 83 persen dibandingkan puncak yang saat ini berada di bawah 100.000 kasus aktif,” ujarnya.
Berdasarkan tingkat rawat inap di rumah sakit juga turun hingga 85 persen serta tingkat okupansi (BOR) hanya 6 persen serta tingkat positivity rate di bawah standar WHO, yakni 4 persen.
Langkah ini dilakukan guna mendorong kemudahan bagi masyarakat dalam pelaksanaanvaksinasi sebagai syarat mudik lebaran 2022.
“Pemerintah berencana menggencarkan pelaksanaan vaksinasi setelah salat Tarawih dan di tempat publik lainnya seperti stasiun, bandara, terminal bus, pusat keramaian, dan tempat-tempat pelaksanaan mudik bersama," kata Luhut dalam keterangan pers Senin (4/4/2022).
Baca juga:MUI Imbau Percepat Vaksinasi Booster Agar Mudik Aman
Menurutnya, peningkatan kemudahan bagi masyarakat dalam menjangkau gerai-gerai vaksinasi tersebut menjadi langkah penting sebagai upaya Pemerintah dalam menjaga momentum baik situasi pandemi Covid-19 di Indonesia.
“Saat ini situasi pandemi Covid-19 varian omicron relatif terkendali dengan penurunan kasus harian sebesar 97 persen dibandingkan titik puncak, kasus aktif nasional turun 83 persen dibandingkan puncak yang saat ini berada di bawah 100.000 kasus aktif,” ujarnya.
Berdasarkan tingkat rawat inap di rumah sakit juga turun hingga 85 persen serta tingkat okupansi (BOR) hanya 6 persen serta tingkat positivity rate di bawah standar WHO, yakni 4 persen.